Meskipun pasar impor pakaian secara keseluruhan di Hong Kong mengalami pelemahan pada paruh pertama tahun 2026, produk fesyen asal Italia justru mencatatkan performa gemilang yang melawan arus utama. Berdasarkan data dari alat intelijen sumber TexPro, total nilai impor garmen Hong Kong pada periode Januari hingga Juni 2026 susut 2,6 persen menjadi $2,959 miliar, turun dari $3,039 miliar pada paruh pertama tahun sebelumnya. Kendati pasar melemah, daya tarik busana premium dan mewah berhasil menjaga roda perdagangan Italia tetap melaju kencang di wilayah tersebut.
Impor pakaian dari Italia tercatat mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 2,8 persen, naik dari $698,172 juta menjadi $717,820 juta. Lonjakan ini mendongkrak pangsa pasar Italia dalam total impor garmen Hong Kong dari 22,97 persen menjadi 24,25 persen, sekaligus memperkokoh posisi negeri mode tersebut sebagai pemasok terbesar kedua. Reputasi mapan Italia dalam hal desain kelas atas, kualitas pengerjaan, dan label desainer ternama dinilai menjadi kunci utama yang membuat pengiriman produk mereka mampu mengungguli tren penurunan pasar secara umum.
Sementara itu, China tetap mempertahankan posisinya sebagai pemasok pakaian terbesar bagi Hong Kong dengan nilai impor mencapai $1,238 miliar, meskipun angka tersebut terkoreksi dari $1,349 miliar dan membuat pangsa pasarnya turun menjadi 41,84 persen. Di sisi lain, Vietnam menyusul di peringkat ketiga dengan pertumbuhan pengiriman sebesar 6,9 persen menjadi $204,495 juta, sementara impor dari Prancis mengalami lonjakan paling fantastis sebesar 28,0 persen menjadi $104,533 juta, disusul oleh Kamboja dengan nilai $67,474 juta.
Dari segi kategori produk dan material, pakaian wanita mendominasi pangsa impor terbesar dengan nilai $1,262 miliar atau mencakup 42,65 persen, diikuti oleh pakaian uniseks sebesar $1,087 miliar dan pakaian pria senilai $599,965 juta. Berdasarkan jenis bahan, material katun menjadi yang paling dominan dengan kontribusi sebesar $1,357 miliar atau 45,85 persen, disusul oleh pakaian berbahan serat buatan manusia senilai $782,104 juta. Adapun produk kaos atau t-shirt menjadi kategori produk terlaris dengan nilai $482,726 juta, diikuti oleh jersey serta celana panjang dan pendek. Catatan positif Italia ini menjadi sorotan di tengah fluktuasi pasar impor garmen Hong Kong yang sebelumnya bernilai $6,305 miliar sepanjang tahun 2025.