Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2025, The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) 2026 kembali hadir sebagai ajang olahraga dan silaturahmi bagi pelaku industri tekstil Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi oleh IKA ITT-STTT (Ikatan Alumni Institut Teknologi Tekstil – Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil) ini akan digelar pada 18–19 Juli 2026 di GOR KONI Bandung.
TTIBT merupakan turnamen badminton antar perusahaan yang bertujuan mempererat hubungan antar pelaku industri tekstil, sekaligus menjadi wadah networking dan kolaborasi dalam suasana yang lebih santai namun tetap profesional. Peserta berasal dari berbagai sektor industri tekstil, mulai dari fibre, spinning, weaving, knitting, dyeing & finishing, printing, garment, hingga buyer.
Pada penyelenggaraan perdananya tahun 2025, TTIBT berhasil menghadirkan 29 tim perusahaan tekstil dari berbagai wilayah di Indonesia dan mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta, sponsor, maupun stakeholder industri.
Ketua Panitia TTIBT 2026, Okta Sakti, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi motivasi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya bagi industri tekstil nasional.
"TTIBT bukan hanya tentang pertandingan badminton. Kami ingin menghadirkan ruang silaturahmi yang dapat mempertemukan pelaku industri tekstil dalam suasana yang positif, sehat, dan penuh semangat kebersamaan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri saat ini, hubungan yang baik antar stakeholder menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat," ujar Okta Sakti.
Menurutnya, salah satu tujuan utama TTIBT adalah menciptakan ruang interaksi yang dapat dinikmati oleh seluruh stakeholder industri tekstil, tidak hanya peserta yang bertanding.
"Harapan kami, TTIBT dapat menjadi event yang dinantikan dan dapat dinikmati oleh seluruh stakeholder industri tekstil, mulai dari perusahaan manufaktur, supplier, asosiasi, institusi pendidikan, hingga para profesional yang berkiprah di industri ini. Kami ingin membangun sebuah wadah yang mampu mempererat hubungan, membuka peluang kolaborasi, dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan industri tekstil Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Ketua IKA ITT-STTT, Riady, menyampaikan bahwa TTIBT merupakan salah satu bentuk kontribusi alumni dalam memperkuat jaringan industri tekstil nasional.
"Sebagai alumni yang banyak berkarya di sektor tekstil, kami melihat pentingnya menciptakan ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri di luar aktivitas bisnis sehari-hari. TTIBT menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan profesional, serta memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan industri tekstil Indonesia," ungkap Riady.
Riady juga berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat bagi industri tekstil nasional.
Pada tahun 2026, peserta partisipasi hingga 32 tim perusahaan tekstil dari berbagai daerah, termasuk Bandung Raya, Banten, Tanggerang, Bekasi. Purwakarta, Batang, DIY dan Solo. Selain menghadirkan pertandingan yang kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas, TTIBT juga menjadi media yang mempertemukan berbagai stakeholder industri dalam satu forum yang lebih informal dan produktif.
Dengan mengusung tema "Where Textile Meets Competition", TTIBT 2026 diharapkan dapat terus menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi bagi pelaku industri tekstil Indonesia.