PT Sinar Terang Jaya Mandiri terus memperluas diversifikasi bisnisnya dengan memasuki industri material bangunan melalui merek atap PVC Buanaplast. Berawal dari perusahaan yang bergerak di sektor tekstil, kini perseroan mengembangkan lini produk konstruksi untuk memenuhi kebutuhan pasar residensial hingga proyek industri.

Factory Manager PT Sinar Terang Jaya Mandiri, Tjung Sandy, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan di sektor konstruksi. Memasuki usia dua tahun, Buanaplast terus mengembangkan produk atap PVC dengan menghadirkan varian single layer dan double layer.

Menurutnya, pengembangan bisnis tidak hanya berfokus pada produk atap, tetapi juga mulai merambah berbagai material pelengkap bangunan. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan produk plafon PVC, wallboard, hingga marble sheet untuk memenuhi kebutuhan interior bangunan.

Pada lini atap, Buanaplast menawarkan dua pilihan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Atap PVC single layer ditujukan untuk penggunaan residensial, seperti kanopi rumah, sedangkan varian double layer dirancang untuk bangunan yang membutuhkan daya tahan lebih tinggi, seperti pabrik dan gudang.

Tjung menjelaskan, produk double layer memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tipe single layer. Selain lebih kuat terhadap benturan, material tersebut mampu meredam panas dan suara dengan lebih baik serta memiliki ketahanan terhadap api sehingga dinilai cocok digunakan pada bangunan komersial maupun industri.

Untuk memberikan jaminan kualitas kepada pelanggan, Buanaplast menawarkan garansi produk hingga 15 tahun. Garansi tersebut berlaku selama proses pemasangan mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan perusahaan, termasuk ketentuan jarak pemasangan gording yang tidak melebihi satu meter.

Keikutsertaan Buanaplast dalam ajang IndoBuildTech 2026 dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produknya kepada pelaku industri konstruksi. Selama pameran berlangsung, mayoritas pengunjung booth berasal dari kalangan kontraktor yang mencari solusi material atap untuk berbagai proyek pembangunan.

Tjung mengungkapkan, salah satu segmen yang menunjukkan peningkatan permintaan adalah pembangunan lapangan padel. Menurutnya, kebutuhan material atap untuk fasilitas olahraga tersebut terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Seiring meningkatnya minat pasar, perusahaan juga menyiapkan penambahan kapasitas produksi. Saat ini Buanaplast mengoperasikan tujuh mesin produksi dan berencana menambah 13 mesin baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

Melalui ekspansi ke industri material bangunan dan partisipasi dalam IndoBuildTech 2026, Buanaplast berharap dapat memperkuat posisi merek di pasar nasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan kontraktor, pengembang, dan pelaku industri konstruksi.