Di tengah ketidakstabilan pasokan energi global yang turut memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM), sektor logistik di Indonesia mulai bergerak mencari alternatif yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret terlihat dari PT Primarajuli Sukses (PRS) yang mulai mengoperasikan truk listrik dalam kegiatan distribusinya.

Inisiatif ini didukung oleh KALISTA sebagai penyedia solusi kendaraan listrik komersial terintegrasi. PRS yang merupakan bagian dari Ever Shine Tex Tbk (ESTI) kini menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem logistik yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan.

Peralihan ke kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi jangka panjang Ever Shine Group dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. Saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan telah dipenuhi dari sumber energi terbarukan, termasuk pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Dalam penerapannya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service yang ditawarkan oleh KALISTA. Melalui model ini, perusahaan tidak perlu mengeluarkan investasi besar di awal untuk pengadaan kendaraan. Seluruh armada dimiliki dan dikelola oleh KALISTA, termasuk aspek perawatan, layanan purna jual, hingga integrasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Hal ini memungkinkan PRS untuk lebih fokus pada kegiatan operasional distribusi tanpa terbebani risiko kepemilikan aset kendaraan.

Sebanyak enam unit truk listrik kini telah digunakan untuk melayani rute distribusi Jakarta–Bandung. Armada tersebut terdiri dari empat unit Foton E-Miller dengan kapasitas angkut 4 ton dan dua unit Foton E-Aumark dengan kapasitas 2,5 ton. Hasil uji coba menunjukkan performa yang cukup signifikan, di mana efisiensi biaya energi mampu mencapai 40%, sementara efisiensi biaya operasional total tercatat hingga 27% per bulan. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik ini juga berhasil menekan emisi hingga 30%.

Dari sisi operasional, truk listrik ini mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Proses pengisian daya pun dirancang agar tidak mengganggu aktivitas distribusi, yakni dilakukan saat waktu istirahat dengan durasi sekitar 40 menit untuk pengisian dari 20% hingga 80%.

Tidak hanya menyediakan armada kendaraan, KALISTA juga menghadirkan ekosistem pendukung yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur pengisian daya hingga sistem manajemen armada berbasis digital. Melalui dashboard K-Move, seluruh aktivitas kendaraan dapat dipantau secara real-time, memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap efisiensi dan kinerja logistik.

Implementasi ini menjadi langkah pionir di sektor tekstil Indonesia dan berpotensi menjadi referensi bagi industri lain yang memiliki kebutuhan distribusi tinggi. Di tengah meningkatnya tekanan biaya energi serta tuntutan untuk menjalankan bisnis yang lebih berkelanjutan, penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik diperkirakan akan terus berkembang.

Langkah yang dilakukan PRS bersama KALISTA menunjukkan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi nyata yang telah terbukti mampu memberikan manfaat baik dari sisi ekonomi maupun operasional.