Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Cikarang, Jawa Barat, pada Jumat (31/10), sebagai bagian dari langkah tegas pemerintah dalam memberantas impor barang ilegal. Mengenakan rompi bertuliskan “Menkeu”, ia meninjau langsung tumpukan karung berisi pakaian bekas impor dan rokok ilegal yang berhasil diamankan petugas.

Melalui akun TikTok pribadinya, @purbayayudhis, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi memberikan toleransi terhadap masuknya pakaian bekas dan berbagai barang ilegal lain yang dinilai merusak daya saing pelaku usaha dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa hasil penindakan kali ini tidak hanya mencakup pakaian bekas, tetapi juga pakaian “last season” atau koleksi lama dari luar negeri yang masih tergolong baru.

Dalam sidak tersebut, Purbaya memeriksa langsung isi karung sitaan, mulai dari pakaian anak-anak hingga kemeja, sembari berdialog dengan petugas Bea dan Cukai. Ia menilai praktik impor ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman serius bagi perekonomian nasional, khususnya sektor tekstil dan garmen.

Menurutnya, maraknya peredaran pakaian bekas dan produk impor koleksi lama telah menekan harga di pasar domestik. Kondisi ini berdampak langsung pada jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor tersebut. Ia pun menegaskan pentingnya menghentikan praktik tersebut demi menjaga keberlangsungan industri lokal.

Purbaya juga memberikan apresiasi kepada jajaran Bea dan Cukai atas keberhasilan dalam menindak barang ilegal. Namun, ia mengingatkan bahwa pengawasan harus terus diperkuat, mengingat pelaku impor ilegal semakin memanfaatkan celah dalam sistem perdagangan digital.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan memfokuskan pengawasan pada pintu masuk barang, khususnya pelabuhan. Strategi ini diyakini lebih efektif karena menargetkan sumber utama distribusi barang ilegal sebelum masuk ke pasar domestik. Dengan mengurangi pasokan sejak dari hulu, pemerintah berharap peredaran barang ilegal di dalam negeri dapat ditekan secara signifikan.