Industri kreatif berbasis budaya kembali menunjukkan geliatnya. Kali ini, UMKM Jegeg Tri Busana dari Bali siap meramaikan ajang Persit Bisa 2 yang akan berlangsung di Jakarta pada 7–9 Mei 2026. Partisipasi ini menjadi langkah nyata dalam membawa wastra tradisional Bali ke tingkat nasional sekaligus memperkuat eksistensi industri tekstil lokal.
Jegeg Tri Busana merupakan UMKM binaan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana di bawah kepemimpinan Ayu Agung Hadisaputra. UMKM ini dikenal konsisten mengangkat keindahan kain endek Bali dengan sentuhan desain modern, tanpa meninggalkan nilai tradisional yang melekat kuat.
Produk yang dihadirkan tidak hanya berupa kain endek meteran dengan motif khas hasil tenun perajin lokal, tetapi juga busana siap pakai seperti kemeja, blazer, hingga dress yang dirancang elegan dan mengikuti tren masa kini. Perpaduan antara tradisi dan modernitas inilah yang menjadi kekuatan utama Jegeg Tri Busana dalam menarik minat pasar yang lebih luas.
Pemilik Jegeg Tri Busana, Yuni Komang Tri Antara, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar untuk berjualan, tetapi juga sebagai misi budaya. Ia ingin menunjukkan bahwa kain endek bukan hanya warisan leluhur, melainkan juga memiliki nilai seni tinggi dan fleksibilitas dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.
Berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari pemilihan motif eksklusif hingga produksi busana dengan kualitas terbaik. Setiap detail diperhatikan, mulai dari pewarnaan yang tajam hingga jahitan yang rapi, guna memastikan produk mampu bersaing di pasar nasional, bahkan premium.
Partisipasi dalam pameran ini diharapkan menjadi momentum penting bagi UMKM Bali untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kain endek sebagai salah satu komoditas tekstil unggulan Indonesia.
Didirikan sekitar 13 tahun lalu di Denpasar, Jegeg Tri Busana berawal dari keahlian menenun yang diwariskan secara turun-temurun. Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan dukungan delapan tenaga kerja yang terdiri dari penenun, penjahit, dan karyawan toko. UMKM ini juga telah tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Bali serta aktif mengikuti berbagai pameran di dalam maupun luar daerah.
Dengan komitmen terhadap kualitas dan pemberdayaan perajin lokal, Jegeg Tri Busana terus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan industri kreatif berbasis budaya. Kehadirannya di panggung nasional menjadi bukti bahwa warisan tradisional Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tengah dinamika industri fashion modern.