Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole dinilai lebih lunak dari perkiraan.
Pertumbuhan industri tekstil Indonesia yang mulai menunjukkan tren positif justru diiringi dengan munculnya berbagai narasi negatif dari sejumlah pihak. Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai hal ini dapat melemahkan upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing industri tekstil di kancah global.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti anomali di industri tekstil hulu yang berada di bawah naungan Asosiasi Produsen Benang Serat dan Filamen Indonesia (APSyFI). Di satu sisi, asosiasi ini kerap mendesak pemerintah agar memperketat impor, namun di sisi lain sejumlah anggotanya justru tercatat sebagai importir besar.
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menyambut baik sikap Menteri Perindustrian yang siap menindak tegas terkait dugaan mafia kuota impor tekstil. Sekretaris Jenderal APSyFI, Farhan Aqil Sauqi menyatakan bahwa dugaan ini bermula dari lonjakan impor benang dan kain sementara disisi lain 60 perusahaan yang memproduksi barang sejenis justru harus tutup dan mem-PHK karyawannya.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai insentif fiskal yang diberikan pemerintah belum cukup untuk membangkitkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dukungan regulasi, efisiensi biaya produksi, hingga pembenahan infrastruktur energi dinilai sama pentingnya agar industri padat karya ini bisa kembali kompetitif.
Page 47 of 124