Saham–saham emiten sektor tekstil kompak mencatatkan penguatan signifikan seiring dengan kabar suntikan dana pemerintah sebesar Rp101 triliun untuk industri tekstil nasional. Sentimen positif tersebut mendorong minat beli investor terhadap saham-saham tekstil pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil terus menunjukkan perkembangan. Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya terbuka untuk mendukung rencana tersebut melalui skema investasi yang terukur.
Pemerintah terus menggenjot ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dengan menggelontorkan stimulus sebesar Rp110,7 triliun sepanjang tahun lalu. Salah satu fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada peningkatan kinerja ekspor industri tekstil, yang ditargetkan melonjak dari sekitar 4 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS dalam jangka waktu 10 tahun.
Pemerintah berencana membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru yang secara khusus bergerak di sektor tekstil sebagai upaya memperkuat ketahanan industri nasional di tengah tekanan kebijakan tarif global. Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 11 Januari 2026.
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pemerintah memiliki sejumlah opsi kebijakan dalam menyalurkan dana sebesar US$6 miliar atau setara Rp101 triliun yang direncanakan untuk menyelamatkan industri tekstil nasional. Efektivitas dari stimulus jumbo tersebut dinilai sangat bergantung pada kesiapan regulasi serta kemudahan akses bagi pelaku usaha.
- AGTI Nilai Dukungan Prabowo Jadi Angin Segar bagi Keberlanjutan Industri Tekstil
- Manfaatkan FTA dan Restrukturisasi Rantai Pasok, Tekstil Vietnam Bidik Ekspor US$50 Miliar
- Kejar Posisi Global, Prabowo Dorong Penyelamatan Industri Tekstil Nasional
- Pemerintah Pacu Kebangkitan Tekstil Nasional, Siapkan Insentif Hingga USD 6 Miliar
- Prabowo Dorong Penguatan Tekstil Nasional, Targetkan RI Jadi Pemain Global
- BMTP Kain Kapas Berlaku Mulai 2026, Industri Tekstil Minta Perlindungan hingga Hilir
- Indonesia Tawarkan Daya Saing Industri Padat Karya di WEF Davos 2026
Page 47 of 110
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia