Perpanjangan insentif fiskal berupa pembebasan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja di sektor padat karya sepanjang 2026 dinilai menjadi dorongan penting bagi pemulihan daya beli masyarakat. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai kebijakan tersebut memberi dampak langsung bagi pekerja sekaligus menopang kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
- Tekstil Padat Karya Dorong Negosiasi Tarif Nol Persen ke Amerika Serikat
- Serbuan Impor Ilegal Kian Menekan Industri Tekstil dan Garmen Dalam Negeri
- Pemerintah Berlakukan Bea Pengamanan Impor Kain Kapas Mulai Januari 2026
- Tarif Resiprokal AS Tekan Industri Padat Karya, Pengusaha Sepatu dan Tekstil Minta Perlindungan
- Insentif Pajak 2026 Jaga Daya Beli Pekerja Padat Karya
- Inovasi Tekstil Ramah Lingkungan BRIN Manfaatkan Jeruk Nipis sebagai Agen Antibakteri
- Penindakan Bea Cukai 2025, 10.000 koli Tekstil
Page 47 of 171
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia