Pada akhir pekan minggu pertama Ramadan, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat pada Minggu, 17 Maret 2024. Pengunjung membanjiri pasar sejak pukul 13.00 WIB, menghadirkan suasana ramai di pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara, khususnya di Gedung Blok A dan Blok B. Dalam pantauan Medcom.id, para pengunjung memenuhi pasar tersebut pada siang hari, mengeksplorasi beragam barang dagangan yang ditawarkan oleh para pedagang. Mulai dari pakaian pria, pakaian wanita, busana muslim, hingga berbagai jenis makanan dan cemilan. Para pedagang pun berlomba-lomba memberikan tawaran harga menarik, menarik minat banyak masyarakat untuk datang berbelanja.

Indonesia, dengan segala potensinya sebagai pasar yang berkembang pesat dan memiliki sumber daya manusia yang melimpah, semakin menarik bagi investor asing. Salah satu tanda konkrit dari ketertarikan ini adalah niat raksasa tekstil China untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Perusahaan China yang berencana membuka pabrik di Indonesia adalah salah satu pemasok utama untuk merek-merek terkenal seperti Nike, Adidas, Uniqlo, dan Puma. Keputusan untuk masuk ke pasar Indonesia, dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan bisnis mereka dan memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi yang ada.

Menjelang Hari Raya Lebaran, suasana belanja pakaian umumnya meningkat pesat. Namun, di balik gemerlapnya kegiatan belanja, seringkali tersembunyi dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh industri mode. Proses produksi pakaian baru seringkali memerlukan penggunaan sumber daya alam yang besar dan memproduksi limbah berlebih. Dalam rangka mengatasi masalah ini, praktik daur ulang atau upcycle menjadi solusi yang menarik dan berkesan. Upcycle, atau daur ulang kreatif, bukan hanya sekadar tren, tetapi juga gaya hidup yang bertanggung jawab. Salah satu contoh penerapannya adalah dengan mengubah baju lama yang ada di lemari menjadi pakaian baru yang menawan dan keren untuk dipakai saat Lebaran. Tindakan ini tidak hanya memberikan nuansa kreatif dan personal, tetapi juga membantu mengurangi limbah tekstil serta dampak negatif yang dihasilkan oleh industri pakaian.