Industri tekstil Indonesia tengah menghadapi masa paling gelap dalam sejarahnya. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memaparkan data mencengangkan: hingga Agustus 2025, terdapat sekitar 1.800 ton pakaian bekas yang masuk ke Indonesia. Angka ini melonjak tajam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2021 volume impor pakaian bekas hanya 7 ton, meningkat menjadi 17 ton pada 2022 dan 2023, lalu melonjak drastis hingga 3.600 ton pada 2024.

Kinerja PT Trisula International Tbk (TRIS) terus menunjukkan tren positif seiring dengan pulihnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Pada kuartal III tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan penjualan dan laba bersih dua digit, menegaskan posisi TRIS sebagai salah satu pemain utama di sektor TPT Indonesia.

Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia (AGTI) menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem industri yang tangguh dan berkelanjutan.