Ketidakpastian pasokan serta fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh dinamika geopolitik global mulai memberikan tekanan pada sektor logistik di Indonesia. Kondisi ini mendorong pelaku industri, termasuk sektor tekstil, untuk mencari solusi distribusi yang lebih efisien, stabil, dan berkelanjutan.

PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan publik yang bergerak di sektor tekstil dan garmen, mencatatkan kinerja yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar, meningkat 33% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Di tengah ketidakstabilan pasokan energi global yang turut memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM), sektor logistik di Indonesia mulai bergerak mencari alternatif yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret terlihat dari PT Primarajuli Sukses (PRS) yang mulai mengoperasikan truk listrik dalam kegiatan distribusinya.

Kinerja industri manufaktur Indonesia menunjukkan tanda perlambatan pada Maret 2026. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) berada di level 51,86, masih dalam zona ekspansi namun turun 2,16 poin dibandingkan Februari yang mencapai 54,02. Secara tahunan, angka ini juga melemah 1,12 poin dari posisi Maret 2025 sebesar 52,98.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat lonjakan harga bahan baku utama dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan penurunan utilisasi produksi, baik di sektor hulu maupun hilir, seiring meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung pelaku industri.