Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan industri tekstil dan garmen sebagai sektor strategis nasional sebagai sinyal politik dan ekonomi yang sangat penting bagi keberlanjutan industri padat karya tersebut. Perhatian langsung dari kepala negara dinilai memberi kepastian arah kebijakan sekaligus harapan baru bagi pelaku industri yang selama ini menghadapi tekanan global.
Industri tekstil dan garmen Vietnam menargetkan nilai ekspor mencapai sekitar US$50 miliar dengan memanfaatkan restrukturisasi rantai pasok serta optimalisasi perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Target ambisius ini diproyeksikan tercapai dalam waktu dekat dan meningkat hampir US$3 miliar dibandingkan capaian tahun 2025, sejalan dengan arah pengembangan industri yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan integrasi lebih dalam ke rantai nilai global.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penyelamatan dan penguatan industri tekstil nasional di tengah tekanan perang dagang global yang kian meningkat. Industri tekstil dinilai sebagai salah satu sektor strategis yang paling tangguh, berorientasi ekspor, serta memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja dan menopang perekonomian nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkomitmen menggenjot kembali industri tekstil nasional sebagai sektor strategis yang dinilai paling terbuka dalam menghadapi dinamika global dan perang dagang. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat industri padat karya sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan industri tekstil nasional di tengah tekanan global dan memanasnya perang dagang internasional. Pesan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan di Hambalang, yang kemudian diungkapkan dalam Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025 di BPK Tower, Jakarta.
- BMTP Kain Kapas Berlaku Mulai 2026, Industri Tekstil Minta Perlindungan hingga Hilir
- Indonesia Tawarkan Daya Saing Industri Padat Karya di WEF Davos 2026
- Pemerintah Terapkan Bea Pengamanan untuk Lindungi Industri Kain Tenun Nasional
- Industri Tekstil Waspadai Lelang Barang Impor Berpotensi Tekan Produk Lokal
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
Page 4 of 129
- You are here:
- Home
Berita Populer
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional