Bangladesh memperoleh pemangkasan tarif impor Amerika Serikat sebesar 19 persen melalui perjanjian perdagangan bilateral yang ditandatangani pada Senin (9/2/2026). Kesepakatan ini memberikan perlakuan khusus bagi industri tekstil dan pakaian jadi Bangladesh, terutama untuk produk yang menggunakan kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat, yang akan menikmati tarif timbal balik nol saat memasuki pasar AS.

Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membahas arah dan prospek dunia usaha nasional ke depan. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat sektor industri sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Rencana pemerintah membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil dengan nilai investasi hampir Rp100 triliun menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sejumlah anggota Komisi VI DPR mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah menggelontorkan dana besar tanpa pembenahan mendasar, khususnya di sisi regulasi dan perlindungan industri tekstil dalam negeri.

Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang dijalankan Kementerian Perdagangan mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Program ini berhasil memfasilitasi 1.217 pelaku UMKM dengan total transaksi mencapai US$134,87 juta atau setara Rp2,27 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) bukanlah industri sunset atau sektor yang mengalami penurunan permanen. Ia menilai anggapan tersebut keliru karena kebutuhan dasar manusia terhadap pakaian dan alas kaki tidak akan pernah hilang.