Industri tekstil dan pakaian jadi Amerika Serikat menghadapi tantangan signifikan pada awal tahun 2026. Data terbaru dari Office of Textiles and Apparel (OTEXA) menunjukkan penurunan tajam sebesar 10,68 persen secara tahunan (year-on-year) pada volume impor tekstil dan pakaian jadi untuk seluruh jenis serat selama periode Januari hingga April 2026. Secara total, volume impor tercatat sebesar 29.391,918 juta square metre equivalents (SME), merosot dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 32.904,527 juta SME.

Kontraksi ini terjadi di seluruh segmen utama. Impor pakaian jadi tercatat mengalami penurunan sebesar 12,82 persen menjadi 7.320,784 juta SME, sementara impor tekstil non-pakaian juga tertekan sebesar 9,94 persen menjadi 22.071,134 juta SME dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan jenis seratnya, produk kapas mengalami penurunan volume impor sebesar 13,19 persen menjadi 5.091,682 juta SME, dan produk serat buatan (man-made fibre/MMF) juga menurun menjadi 23.500,584 juta SME dari angka tahun lalu sebesar 26.188,887 juta SME.

Di sisi lain, kinerja ekspor Amerika Serikat di sektor ini turut menunjukkan tren yang melemah. Total ekspor tekstil dan pakaian jadi dari semua jenis serat turun sebesar 7,72 persen menjadi 663,739 juta kilogram. Meskipun ekspor pakaian jadi mencatatkan kenaikan sebesar 9,51 persen menjadi 251,208 juta kilogram, sektor lainnya justru terpuruk. Ekspor kain tercatat jatuh sebesar 15,91 persen menjadi 195,811 juta kilogram, dan ekspor benang mengalami penurunan paling dalam sebesar 19,05 persen menjadi 228,661 juta kilogram.

Kondisi perdagangan tekstil AS pada awal 2026 ini merupakan kelanjutan dari perlambatan yang terjadi sepanjang tahun 2025, yang mencatat total penurunan impor sebesar 5 persen menjadi 101.256,313 juta SME. Tren ini menegaskan volatilitas permintaan pasar yang telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana pasar sempat mengalami kenaikan drastis sebesar 15,23 persen pada tahun 2024 setelah sebelumnya terpuruk pada tahun 2023. Pelemahan beruntun dari sisi impor maupun ekspor ini menunjukkan tantangan besar bagi dinamika rantai pasok industri tekstil di Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas volume perdagangan di tengah fluktuasi ekonomi global yang terus berlanjut.