Sektor perdagangan tekstil dan garmen Jepang menunjukkan performa yang sangat tangguh sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Jepang, impor pakaian jadi dan aksesori negara tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,0 persen secara year-on-year (YoY) mencapai 1.913.156 juta yen atau setara dengan $11,728 miliar.

Angka ini mencerminkan tingginya ketahanan permintaan konsumen serta kekuatan yang berkelanjutan dalam perdagangan terkait tekstil di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global. Secara keseluruhan, komoditas pakaian dan aksesori menyumbang sekitar 3,1 persen dari total keseluruhan impor Jepang yang bernilai 61.674.954 juta yen pada periode Januari hingga Juni 2026.

Tidak hanya pakaian jadi, impor untuk kategori benang dan kain tekstil juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih cepat dengan lonjakan sebesar 8,1 persen menjadi 615.331 juta yen atau sekitar $3,772 miliar. Sementara itu, dari sektor ekspor, pengiriman benang dan kain tekstil turut tumbuh sebesar 3,7 persen YoY menjadi 428.641 juta yen ($2,627 miliar).

Pertumbuhan yang lebih kuat justru dicatatkan oleh ekspor mesin tekstil yang melesat hingga 11,7 persen menjadi 160.129 juta yen atau sekitar $981,63 juta. Momentum positif ini semakin terlihat jelas pada bulan Juni 2026 saja, di mana impor pakaian dan aksesori melonjak tajam hingga 16,4 persen menjadi 301.077 juta yen ($1,845 miliar), yang mengindikasikan adanya pemulihan yang sangat kuat pada daya beli konsumen Jepang di paruh tahun ini.