Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor tekstil di Kecamatan Arcamanik, Bandung, mendapatkan pendampingan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat kinerja bisnis. Program tersebut difokuskan pada upaya mengurangi pemborosan dalam proses produksi melalui penerapan sistem pengukuran kinerja, pengelolaan investasi, dan pengendalian biaya operasional.

Ketua tim pengabdian masyarakat FEB Telkom University, Deden Syarif Hidayatulloh, mengatakan masih banyak UMKM tekstil yang telah memiliki kemampuan produksi yang baik, tetapi belum didukung oleh sistem pengukuran kinerja yang memadai. Akibatnya, pelaku usaha kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi sumber pemborosan serta menentukan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Menurut Deden, sektor tekstil dan garmen merupakan industri padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi oleh pelaku UMKM, mulai dari belum adanya indikator kinerja yang terukur, produktivitas yang belum optimal, tingginya pemborosan selama proses produksi, hingga lemahnya perencanaan investasi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian memberikan pelatihan penyusunan indikator kinerja bisnis yang mencakup aspek finansial maupun operasional. Para peserta juga dibimbing membuat dashboard kinerja sederhana berbasis spreadsheet sehingga dapat memantau perkembangan usaha, mengevaluasi efisiensi produksi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data.

Selain itu, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan Capital Expenditure (CAPEX) dan Operational Expenditure (OPEX). Materi tersebut meliputi cara menghitung kebutuhan investasi peralatan, menyusun prioritas belanja modal, hingga melakukan analisis biaya dan manfaat agar setiap pengeluaran dapat memberikan nilai tambah bagi usaha.

Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-terapan yang menggabungkan workshop, praktik lapangan, mentoring, serta evaluasi secara berkelanjutan. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata.

Melalui program pengabdian ini, Telkom University berharap UMKM tekstil mampu menekan pemborosan dalam proses produksi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing di tengah persaingan industri. Pengelolaan usaha yang lebih efektif, efisien, dan berbasis data diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis UMKM yang lebih berkelanjutan.