Maraknya penjualan tekstil bermotif batik di platform marketplace menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha dan perajin batik lokal. Produk yang dibuat menggunakan teknik cetak mesin tersebut kerap dipasarkan dengan label batik tulis, batik halus, hingga batik kualitas premium, meski ditawarkan dengan harga yang sangat murah.

Indonesia dan Mozambik menjajaki kerja sama di bidang ekonomi kreatif dengan fokus pada pengembangan industri kriya, tekstil, film, fesyen, serta pelestarian warisan budaya. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi pelaku industri kreatif kedua negara sekaligus memperkuat hubungan bilateral melalui pemanfaatan potensi budaya.

Danantara menyiapkan investasi sekitar Rp 100 triliun untuk memperkuat industri tekstil nasional melalui rencana pengambilalihan sejumlah pabrik dan integrasi kemampuan produksi. Investasi tersebut akan mendukung pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus membuka peluang kerja bagi tenaga kerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berpeluang memperluas jangkauan ekspor ke pasar Eropa melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini dinilai dapat membuka kesempatan baru bagi industri tekstil nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Pengembangan industri fesyen berkelanjutan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menjadi fokus Labdanation Fashion Week (LFW) Season III bertajuk Threads of Legacy. Ajang yang digelar PT Labda Anugerah Tekstil ini akan menampilkan 67 busana bersertifikasi keberlanjutan yang diperagakan oleh 30 model profesional di Sunset Mandala Stage, SIRA Village, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Rabu (28/10/2026).