Industri fesyen Indonesia terus didorong untuk memperkuat daya saing di pasar internasional melalui inovasi, kolaborasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Labdanation Fashion Week Season III yang menampilkan 67 karya busana berbahan tekstil bersertifikasi internasional sekaligus mengupayakan pencatatan rekor dunia Guinness World Records.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses produk manufaktur nasional ke pasar Eropa. Perjanjian perdagangan tersebut dinilai membuka peluang peningkatan ekspor, khususnya untuk sektor tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur yang memiliki basis produksi kuat di Indonesia.

Potensi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia semakin terbuka seiring pertumbuhan pasar fesyen global. Dengan dukungan kreativitas, inovasi desain, dan penguatan daya saing, industri fesyen nasional dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjajaki peluang investasi di industri tekstil nasional dari sektor hulu hingga hilir untuk memperluas penyerapan tenaga kerja. Selain tekstil, Danantara juga membidik industri alas kaki dan elektronik yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja.