Rencana peningkatan pembelian kapas (cotton) dari Amerika Serikat (AS) dinilai sulit direalisasikan di tengah anjloknya utilisasi industri pemintalan dalam negeri. Rendahnya tingkat produksi membuat kebutuhan bahan baku belum mampu kembali ke level sebelum pandemi, sehingga permintaan impor kapas pun masih tertahan.
- Kolaborasi Strategis RI–AS Bernilai Rp 600 Triliunan, 11 MoU Diteken di Forum Bisnis Washington
- BUMN Tekstil Jangan Sampai Jadi Predator Industri
- Industri Tekstil RI Menanti 'Tuah' Pertemuan Prabowo–Trump
- Harapan Tekstil di Meja Diplomasi: Mampukah Prabowo Tekan Tarif AS?
- Menjahit Ulang Daya Saing: Jalan Panjang Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia
Page 2 of 141
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja