Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional masih berada dalam tekanan berat sepanjang 2025. Berbagai tantangan datang secara bersamaan, mulai dari ketatnya persaingan harga dengan produk impor asal China, maraknya masuk pakaian impor ilegal, hingga melemahnya permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kesulitan bertahan dan tak terelakkan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penutupan pabrik di sejumlah wilayah.
Pemerintah resmi memberlakukan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap impor produk kain tenunan dari kapas mulai 10 Januari 2026. Kebijakan ini menetapkan pungutan tambahan sebesar Rp3.000 hingga Rp3.300 per meter, tergantung pada jenis pos tarif, sebagai langkah melindungi industri tekstil dalam negeri dari tekanan lonjakan impor.
Pelaku usaha industri alas kaki dan tekstil mendesak pemerintah untuk segera menegosiasikan ulang tarif resiprokal sebesar 19 persen yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap produk asal Indonesia. Kebijakan tarif era Presiden Donald Trump tersebut dinilai semakin menekan kinerja industri padat karya nasional, terutama karena AS merupakan salah satu pasar ekspor utama bagi produk manufaktur Indonesia.
Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa penanggungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja di sejumlah sektor padat karya pada tahun 2026. Kebijakan ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi tahun anggaran 2026.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan material fungsional melalui riset berbasis sains dan keberlanjutan. Melalui Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM), BRIN mengembangkan tekstil antibakteri yang memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan teknologi mikrokapsul. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan fungsi antibakteri sekaligus menjaga aspek ramah lingkungan pada produk tekstil.
- Penindakan Bea Cukai 2025, 10.000 koli Tekstil
- Inovasi BRIN: Dari Tekstil Antibakteri Jeruk Nipis hingga Pelapis Tahan Erosi Pembangkit Listrik
- Inovasi Material BRIN: Dari Tekstil Antibakteri hingga Pelapis Tangguh untuk Energi Nasional
- Harga Minimum Impor Dinilai Belum Cukup Lindungi Industri Tekstil Nasional
- Industri Tekstil Minta Akses Tarif Lebih Ringan ke Pasar AS
Page 2 of 124
- You are here:
- Home
Berita Populer
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional