Industri tekstil global dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tekanan, mulai dari perubahan perilaku konsumen, meningkatnya biaya produksi, hingga persaingan ketat dari merek fast fashion berbasis digital asal Tiongkok. Namun di tengah kondisi tersebut, salah satu merek fesyen global, Zara, justru mampu mempertahankan kinerja bisnis yang kuat dan terus mencetak pertumbuhan.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat menentukan. Dalam dua tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tekanan sekaligus, mulai dari maraknya impor ilegal, melemahnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya tuntutan standar global terhadap produk tekstil. Kondisi tersebut membuat pelaku industri tidak lagi dapat menjalankan bisnis dengan pola lama. Adaptasi melalui inovasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar industri tetap mampu bertahan sekaligus berkembang secara berkelanjutan.
- Impor Limbah Tekstil dari AS Picu Pro dan Kontra di Dalam Negeri
- Transformasi Digital Jadi Kunci Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia
- Toko Bombay Tekstil Banjarmasin Tawarkan Beragam Pilihan Kain untuk Masyarakat
- Industri TPT dan Alas Kaki Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Lebaran
- Ekonom UNAIR Ingatkan Risiko dan Peluang di Balik Perjanjian Tarif RI–AS
Page 2 of 147
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional