Dalam satu dekade terakhir, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berada dalam tekanan yang tidak ringan. Sektor yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung industri padat karya justru mengalami stagnasi ekspor sejak pertengahan 2010-an. Ketika negara pesaing melesat, Indonesia cenderung berjalan di tempat. Kondisi ini bukan semata-mata dipengaruhi perlambatan ekonomi global, melainkan mencerminkan persoalan struktural yang belum ditangani secara konsisten.

Manajemen PT Asia Pacific Fiber (APF) Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mengajukan restrukturisasi kepada pemerintah sebagai langkah strategis untuk mengatasi tekanan finansial yang tengah dihadapi perusahaan. Upaya tersebut ditempuh demi menjaga keberlangsungan operasional sekaligus menyelamatkan sekitar 850 pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri tekstil tersebut.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC untuk bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mengamankan kepentingan dagang nasional. Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah upaya memperoleh keringanan tarif bagi industri padat karya berorientasi ekspor, terutama tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki.

Nasib saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex kian berada di ujung tanduk. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka opsi untuk menghapus pencatatan (delisting) saham emiten tekstil tersebut menyusul keputusan perusahaan menutup operasional secara permanen mulai 1 Maret 2025.

Komunitas Minimalist Moms Indonesia (MMID) kembali menggelar Temu Perempuan Minimalis (TPM) 2026 pada Minggu, 25 Januari 2026 di Sekolah Murid Merdeka, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mengusung tema #WearWiselyLiveFully, agenda tahunan ini secara khusus menyoroti isu sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan sebagai respons atas meningkatnya persoalan limbah tekstil dan pola konsumsi pakaian yang berlebihan.