Pasar komoditas tekstil dunia menunjukkan tren kestabilan yang menarik sepanjang bulan terakhir, di mana tolok ukur harga kapas global bergerak dalam rentang yang sempit namun cenderung menguat tipis. Berdasarkan laporan pandangan pasar terbaru dari Cotton Incorporated edisi Maret 2026, harga kontrak berjangka di Intercontinental Exchange (ICE) untuk bulan Mei bertahan stabil di angka 64 hingga 66 sen per pon. Sementara itu, kontrak untuk bulan Desember justru menunjukkan tren pendakian yang perlahan namun pasti, merangkak naik dari bawah 68 sen menjadi di atas 70 sen per pon sejak awal Februari lalu. Dinamika ini mencerminkan optimisme pasar terhadap keseimbangan antara pasokan dan permintaan di sisa tahun ini.
Indeks Cotlook A yang menjadi acuan global juga mencatat kenaikan tipis dari 73 ke 75 sen per pon. Fenomena serupa terjadi di Tiongkok, di mana China Cotton Index 3128B melonjak dari 104 menjadi 109 sen per pon, atau setara dengan kenaikan dari 16.000 menjadi 16.600 RMB per ton. Sebaliknya, kondisi berbeda terlihat di Asia Selatan; harga kapas di India justru sedikit tergelincir dari 76 ke 74 sen per pon, sementara di Pakistan harga cenderung stagnan di level 68 sen per pon. Pergerakan harga yang bervariasi di tingkat regional ini terjadi di tengah revisi angka produksi global yang cukup signifikan.
Dari sisi ketersediaan barang, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) baru saja meningkatkan proyeksi produksi kapas global untuk musim 2025-2026 sebesar 1,1 juta bal menjadi total 121 juta bal. Kenaikan produksi ini terutama didorong oleh revisi ke atas dari Brasil dan Tiongkok. Di sisi lain, konsumsi pabrik tekstil dunia justru diprediksi turun tipis sebesar 140.000 bal menjadi 118,6 million bal. Kombinasi antara produksi yang melimpah dan serapan industri yang sedikit melambat mengakibatkan proyeksi stok akhir global membengkak sebesar 1,3 juta bal menjadi 76,4 juta bal. Kondisi ini memberikan bantalan bagi pasar untuk menghindari lonjakan harga yang drastis akibat kelangkaan barang.
Meskipun produksi domestik Tiongkok meningkat pesat dalam satu dekade terakhir berkat produktivitas lahan yang lebih tinggi, negara ini tetap menjadi dirigen utama dalam pergerakan harga global. Para analis pasar mencatat bahwa fluktuasi permintaan impor dari Beijing tetap menjadi penggerak utama harga di bursa ICE. Secara historis, lonjakan impor Tiongkok pernah mendorong harga kapas melampaui 90 sen per pon. Untuk musim 2026-2027, USDA memproyeksikan impor kapas Tiongkok akan tetap berada di kisaran 7 juta bal. Dengan perkiraan perdagangan global yang juga naik menjadi 43,9 juta bal, stabilitas pasar saat ini sangat bergantung pada bagaimana industri manufaktur besar merespons melimpahnya stok di tengah pemulihan ekonomi yang terus berjalan.