Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jawa Barat tengah mengalami fase tersulit dalam beberapa tahun terakhir. Lesunya permintaan pasar akibat tingginya serbuan produk impor, baik legal maupun ilegal, menyebabkan industri ini menjadi kontributor terbesar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat sepanjang 2025. Mayoritas pelaku industri tekstil berjalan berdasarkan permintaan pasar, namun kini permintaan tersebut melemah signifikan karena pasar dalam negeri harus bersaing dengan produk impor dalam jumlah besar.
- Kunjungan Ratu Maxima ke Sragen Tekankan Kesetaraan Gender dan Kesehatan Keuangan
- Kebangkitan Peran Koperasi sebagai Fondasi Ekonomi Kerakyatan
- Standar Hijau Jadi Kunci, Industri Tekstil Vietnam Optimalkan Peluang EVFTA di Tengah Tekanan Global
- Tekanan Impor Menahan Kinerja, Chemstar Indonesia Bidik Kebangkitan Lewat Inovasi dan Produk Ramah Lingkungan
- Larangan Thrifting Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Tekstil, Asalkan Didukung Kebijakan Pemerintah
Page 21 of 130
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional