Asosiasi Produsen Serat dan Barang Filament Indonesia (APSyFI) menilai momentum Lebaran 2026 akan menjadi titik krusial bagi kebangkitan industri tekstil nasional. Pemerintah diminta mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi produsen lokal agar mampu menguasai pasar domestik dan menekan tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih membayangi sektor manufaktur.
- Ekspansi CTM Jadi Bukti Industri Tekstil Nasional Masih Tangguh Hadapi Persaingan Global
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Bangkitnya Industri Tekstil Nasional
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Industri Tekstil Nasional
- Jawa Barat Perlu Diversifikasi Ekonomi untuk Redam Lonjakan PHK Tekstil
- Pemerintah Perketat Larangan Impor Ilegal demi Selamatkan Industri Tekstil dan UMKM
Page 22 of 125
- You are here:
- Home
Berita Populer
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional