Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia mulai memperkuat langkah efisiensi energi melalui modernisasi mesin produksi. Upaya ini dinilai penting di tengah meningkatnya harga energi global yang dipicu ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana, menegaskan bahwa inovasi teknologi menjadi salah satu solusi utama untuk menekan konsumsi energi di sektor industri. Menurutnya, penghematan energi tidak hanya bergantung pada kebijakan pengurangan energi fosil, tetapi juga harus didukung dengan pembaruan mesin produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

API pun membuka peluang kerja sama internasional dengan negara-negara yang memiliki teknologi permesinan tekstil yang lebih maju. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan India ITME Society, organisasi nirlaba di bidang tekstil dari India. Teknologi permesinan tekstil asal India dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi industri tekstil nasional.

Dalam waktu dekat, API akan mengadakan pertemuan dengan delegasi India ITME Society guna memperkenalkan berbagai perusahaan unggulan India yang bergerak di bidang mesin dan teknologi tekstil. Kerja sama ini mencakup berbagai sektor penting seperti pemintalan (spinning), penenunan (weaving), pengolahan (processing), zat warna dan bahan kimia (dyestuff & chemicals), digital printing, hingga tekstil teknis dan sportstech.

Kolaborasi tersebut dipandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan India, sekaligus mempercepat adopsi teknologi modern di industri TPT dalam negeri.

Di sisi lain, API juga meminta dukungan pemerintah agar inisiatif modernisasi ini dapat berjalan optimal. Industri tekstil yang merupakan sektor padat karya dinilai memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran yang terus meningkat.

Selain itu, asosiasi turut mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan biosolar hingga akhir tahun. Upaya efisiensi energi juga diperkuat melalui penyesuaian pola kerja, seperti penerapan work from home satu hari dalam seminggu untuk mengurangi konsumsi BBM.

API juga mengapresiasi kebijakan penyesuaian harga tiket penerbangan yang dilakukan pemerintah sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur global. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan ekonomi di tengah tekanan biaya energi yang semakin tinggi.