Produk fesyen dan aksesori Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional setelah mencatat potensi transaksi sebesar US$1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa produk kreatif Tanah Air semakin diterima di pasar Jepang yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan peningkatan daya saing produk Indonesia, khususnya pada segmen fesyen dan aksesori yang mengedepankan kualitas serta desain. Menurutnya, keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global yang kompetitif.

Potensi transaksi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dan Liris dan Bee-First Co., Ltd. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam membuka peluang ekspor yang lebih luas, sekaligus mempererat hubungan dagang antara pelaku usaha kedua negara.

Partisipasi Indonesia dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar sekaligus membangun citra produk fesyen nasional di Jepang. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Indonesia Trade Promotion Center Osaka dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Osaka, yang aktif mendorong promosi produk unggulan Indonesia di luar negeri.

Kepala ITPC Osaka, Didit Akhdiat Suryo, menekankan pentingnya pendekatan promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia menyebut strategi storytelling dan pendekatan emosional menjadi kunci untuk menarik minat konsumen Jepang, yang dikenal sangat memperhatikan nilai, kualitas, dan cerita di balik sebuah produk.

Dari sisi perdagangan, Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$32,08 miliar, dengan kontribusi ekspor Indonesia sebesar US$17,61 miliar. Khusus sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai mencapai US$1,02 miliar atau sekitar 8,53 persen dari total ekspor nasional.

Tren positif ini terus berlanjut pada awal 2026. Ekspor TPT Indonesia ke Jepang pada periode Januari–Februari tercatat mencapai US$180 juta, meningkat 3,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk yang diekspor pun beragam, mulai dari pakaian jadi, kain, benang, serat sintetis, hingga produk kreatif fesyen dan interior.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi promosi yang tepat, didukung kualitas produk dan kolaborasi lintas pihak, mampu membuka peluang besar bagi industri fesyen Indonesia di pasar global. Dengan momentum yang terus terjaga, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri kreatif dunia.