Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi puluhan mantan karyawan PT Sritex untuk kembali menyuarakan tuntutan atas hak pesangon dan tunjangan hari raya (THR) yang hingga kini belum terselesaikan.
Para eks karyawan perusahaan tekstil yang pernah berjaya di tingkat Asia tersebut menggelar upacara peringatan kemerdekaan sekaligus aksi penyampaian aspirasi di pinggir jalan, tepat di depan pintu pabrik Sritex. Upacara berlangsung sederhana dalam suasana penuh keprihatinan. Sejumlah lagu kebangsaan dan pembacaan puisi turut mewarnai kegiatan tersebut.
Usai upacara, para mantan pekerja menyampaikan harapan agar pemerintah turut membantu mempercepat penyelesaian hak-hak mereka yang masih tertunda setelah Sritex dinyatakan bangkrut.
Koordinator aksi eks karyawan Sritex, Agus Wicaksono, berharap proses penjualan aset Sritex kepada pemerintah melalui Danantara dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk memenuhi hak para pekerja.
“Yang jelas, upacara peringatan kemerdekaan dan aksi protes ini menjadi simbol keprihatinan kami. Semoga pemerintah benar-benar mendengar dan memperjuangkan hak-hak eks pekerja yang masih menggantung sejak perusahaan dinyatakan bangkrut,” kata Agus.
Menurut para mantan pekerja, penyelesaian pesangon menjadi persoalan penting karena menyangkut hak yang seharusnya diterima setelah mereka kehilangan pekerjaan akibat kondisi perusahaan.
Mereka pun berharap pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan aset perusahaan, tetapi juga memastikan kepentingan para pekerja menjadi bagian dari proses penyelesaian tersebut.
Hingga kini, para eks karyawan Sritex masih menunggu proses penyelesaian dan pelelangan sejumlah aset PT Sritex. Mereka berharap proses tersebut dapat segera menemukan titik terang sehingga hak pesangon dan THR yang masih tertunda dapat dibayarkan.
Bagi para mantan pekerja, peringatan kemerdekaan tahun ini bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepastian atas hak dan kesejahteraan para pekerja yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.