Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia saat ini tengah menghadapi masa sulit. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa sektor ini mengalami tekanan berat, salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan produk lokal bersaing dengan produk-produk impor. Dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta edisi Agustus 2024 di Jakarta, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pada kuartal II-2024, pertumbuhan sektor TPT berada pada titik nol persen, mencerminkan stagnasi yang mengkhawatirkan.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan bea masuk antidumping (BMAD) untuk produk tekstil hilir atau pakaian jadi. Desakan ini muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyoroti kontraksi pada Purchasing Manager's Index (PMI) sektor manufaktur yang mencapai level 49,3 pada Juli 2024. Kontraksi tersebut disebabkan oleh penurunan permintaan dan produksi.

Akademi Komunitas Industri dan Produk Tekstil (AK Tekstil) Solo baru-baru ini menandatangani perjanjian kerjasama dengan 17 industri tekstil di Aula Kampus AK Tekstil. Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya AK Tekstil untuk memperluas jaringan mitra industri dan meningkatkan ketersediaan lulusan di dunia usaha.