Keputusan pemerintah Indonesia untuk merelaksasi aturan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 7/2024 telah memicu beragam tanggapan, terutama dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI). Dalam perspektif APSyFI, kebijakan tersebut memberikan keuntungan bagi importir, yang kini mendapati keran impor terbuka lebih lebar, terutama terkait barang kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Aksi penegakan hukum mengguncang pulau Karimun pada Jumat (10/5/24) ketika Lembaga Perlindungan Konsumen Kepulauan Riau (Kepri) bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun, khususnya unit Tindak Pidana Tertentu (Tepiter), melakukan pemeriksaan terhadap sebuah gudang tekstil. Aksi ini menyoroti potensi praktik penyelundupan yang merugikan konsumen setempat.
Era suku bunga tinggi yang diprediksi masih panjang membawa dampak bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, saat ini industri tekstil menahan ekspansi dengan utilisasi yang ditahan di level rendah demi memastikan daya tahan bisnis. Selain tingginya suku bunga, industri tekstil juga dihadapkan pada permasalahan lain, yaitu serbuan impor tekstil. Hal ini dikhawatirkan dapat memukul industri tekstil dalam negeri, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Page 319 of 410