Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tengah berada dalam tekanan serius. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengungkapkan bahwa tingkat utilisasi industri saat ini hanya berkisar 50 hingga 60 persen, mencerminkan melemahnya aktivitas produksi di sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang industri padat karya di Indonesia.
Konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menimbulkan efek domino terhadap berbagai sektor industri global, termasuk industri tekstil di Indonesia. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengungkapkan bahwa dampak dari ketegangan geopolitik tersebut kini mulai terasa, terutama pada kenaikan harga bahan baku utama tekstil berbasis poliester.
Kinerja industri pengolahan Indonesia sepanjang 2025 memang mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen. Namun di balik capaian tersebut, tersimpan persoalan struktural yang berpotensi mengganggu stabilitas ketenagakerjaan nasional. Ketimpangan antar subsektor industri menjadi sorotan, terutama karena sektor padat karya justru mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia. Salah satu dampak paling terasa adalah kenaikan harga bahan baku polyester yang mencapai sekitar 15%, sehingga menambah tekanan bagi pelaku industri, khususnya di sektor hulu seperti produsen serat dan benang filamen.
Di tengah pertumbuhan positif industri pengolahan nasional, muncul kekhawatiran terkait ketimpangan antar subsektor yang semakin nyata. Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengungkapkan bahwa sektor padat karya kini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah karena perannya yang sangat vital dalam menyerap tenaga kerja.
- Tekanan Global Kian Menguat, Industri Tekstil Nasional Perketat Strategi di Kuartal II-2026
- Design Talk Kemenperin Dorong Inovasi dan Daya Saing Industri Fesyen-Kriya
- Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Modest Fashion Global
- Ekspor Garmen Kian Menguat, Ribuan Boks Pakaian Dalam Tembus Pasar Jepang dan Jerman
- Saham Tekstil Pimpin Reli, IHSG Melonjak Tajam ke Level 7.300-an
- Wacana BUMN Tekstil Disorot, Pelaku Usaha Ingatkan Risiko bagi Industri
- OJK Jatuhkan Sanksi ke Emiten Tekstil Bandung, Pengendali Didenda dan Dilarang Menjabat
Page 23 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia