Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tidak berada dalam fase kemunduran, melainkan tengah memasuki periode pertumbuhan baru yang menjanjikan. Pandangan ini sekaligus membantah anggapan bahwa sektor TPT Indonesia merupakan industri sunset.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa narasi mengenai kemunduran industri tekstil sebenarnya sudah lama beredar, bahkan sejak awal dirinya menjabat pada era Presiden Joko Widodo sekitar tujuh tahun lalu. Namun, ia sejak awal meragukan kebenaran klaim tersebut.
Menurutnya, anggapan bahwa industri TPT sedang melemah tidak sepenuhnya berdasar pada kondisi riil di lapangan. Justru, ia melihat adanya indikasi kepentingan tertentu di balik narasi tersebut, termasuk upaya untuk membuka jalan bagi produk impor agar lebih leluasa membanjiri pasar domestik Indonesia.
Ia menilai, jika narasi tersebut terus dipercaya, maka dapat melemahkan kepercayaan terhadap industri dalam negeri yang sebenarnya masih memiliki daya saing dan potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan sektor TPT agar tetap menjadi salah satu tulang punggung industri manufaktur nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Indo Intertex & Inatex 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran pada Rabu (15/4/2026). Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaku industri tekstil melalui berbagai kebijakan strategis guna memperkuat daya saing di tengah tekanan global.
Dengan optimisme tersebut, Kemenperin berharap industri tekstil nasional dapat terus tumbuh, berinovasi, serta memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.