Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional menunjukkan tren yang semakin positif di tengah dinamika perdagangan global. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan optimisme bahwa sektor ini akan terus berkembang, didukung oleh ekosistem industri yang dinilai lengkap dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sepanjang 2025, ekspor TPT Indonesia tercatat mencapai USD 11,98 miliar dengan surplus sebesar USD 2,81 miliar. Capaian ini mencerminkan daya tahan industri nasional di tengah berbagai tantangan global. Ekosistem tekstil Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga peran desainer dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang saling terhubung.

Untuk memperkuat kinerja tersebut, pemerintah menekankan pentingnya optimalisasi perjanjian dagang internasional sebagai pintu masuk memperluas pasar ekspor. Salah satu pasar potensial adalah Amerika Serikat, di mana nilai ekspor Indonesia mencapai USD 30 miliar dengan surplus sebesar USD 18,11 miliar, menjadikannya kontributor surplus terbesar bagi perdagangan Indonesia pada 2025.

Di sisi lain, pelaku industri juga dihadapkan pada tuntutan untuk terus berinovasi. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Danang Girindrawardana, menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing, terutama dalam mencari alternatif bahan baku yang lebih terjangkau serta melakukan modernisasi teknologi produksi. Selain itu, pengendalian impor, khususnya terhadap produk jadi ilegal, turut memberikan dampak positif bagi industri dalam negeri.

Dalam konteks penguatan industri, penyelenggaraan Indo Intertex 2026 menjadi momentum penting. Pameran tekstil dan garmen internasional ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan pelaku industri dari berbagai negara, tetapi juga membuka peluang kemitraan strategis dan ekspansi pasar. Melalui forum ini, pelaku industri dapat mengeksplorasi inovasi terbaru, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar global.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan industri TPT. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta inovasi berkelanjutan, industri tekstil nasional diyakini akan semakin kompetitif dan mampu menghadapi tantangan global dengan lebih tangguh.