Mazda Indonesia menghadirkan konsep berbeda dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan memadukan dunia otomotif dan seni melalui kolaborasi bersama circular fashion designer Adrie Basuki. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam lima instalasi seni yang dibuat menggunakan limbah tekstil daur ulang sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kreativitas dan keberlanjutan lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi salah satu daya tarik di booth Mazda yang berlokasi di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang. Selain menampilkan jajaran kendaraan terbaru, Mazda juga mengajak pengunjung menyelami proses kreatif di balik lima karya seni bertajuk Indonesia Mosaic, The Art of Connection, Woven Horizons, Interwoven Journeys, dan Breath of the Horizon. Seluruh instalasi tersebut memanfaatkan bahan recycled fabrics yang diolah menjadi karya bernilai artistik.

Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia, Viya Arsawireja, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Mazda dalam menghadirkan pengalaman yang melampaui industri otomotif. Menurutnya, nilai craftsmanship yang selama ini menjadi identitas Mazda juga dapat diwujudkan melalui karya seni yang mengedepankan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa proses penciptaan instalasi dilakukan melalui serangkaian diskusi mendalam untuk menemukan kesamaan antara filosofi desain Mazda dengan pendekatan kreatif Adrie Basuki. Nilai seperti perhatian terhadap detail, kualitas pengerjaan, dan hubungan emosional antara manusia dengan karya kemudian diterjemahkan ke dalam instalasi yang mengangkat tema perjalanan, koneksi, dan keberlanjutan.

Adrie Basuki mengungkapkan bahwa setiap karya yang ditampilkan memiliki cerita yang berangkat dari filosofi Mazda, termasuk KODO Design, pendekatan human-centric, hingga komitmen terhadap detail dalam setiap proses penciptaan. Menurutnya, kesamaan cara pandang antara dirinya dan Mazda menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya berbahan limbah tekstil yang memiliki makna sekaligus nilai estetika.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan limbah tekstil bukan sekadar pilihan material, tetapi juga bentuk ajakan untuk melihat potensi baru dari bahan yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna. Melalui proses kreatif, limbah tersebut dapat diubah menjadi media ekspresi yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Tidak hanya menikmati hasil karya, pengunjung GIIAS 2026 juga diberi kesempatan mengikuti sesi kreatif dengan mengolah recycled fabrics menjadi karya seni. Aktivitas interaktif ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana limbah tekstil dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi ini, Mazda Indonesia berharap dapat menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi, tetapi juga dapat lahir dari kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta dedikasi terhadap setiap proses penciptaan. Kelima instalasi seni tersebut dapat disaksikan selama penyelenggaraan GIIAS 2026 di booth Mazda, Hall 5, ICE BSD City, Tangerang.