Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–7 Agustus 2026. Ajang yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions ini menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri kulit, alas kaki, garmen, dan tekstil untuk memperkenalkan inovasi teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.
Sebanyak 210 peserta ambil bagian dalam pameran tersebut, termasuk 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor alas kaki yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kehadiran UMKM diharapkan mampu memperluas peluang kerja sama sekaligus meningkatkan akses terhadap teknologi dan pasar yang lebih luas.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan ILF dan IGT Expo 2026 menghadirkan ekosistem industri yang lengkap dengan menampilkan berbagai produk dan solusi bagi sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Beragam inovasi yang dipamerkan meliputi bahan baku, aksesori, mesin produksi, sistem otomasi, hingga teknologi manufaktur modern yang mendukung peningkatan efisiensi industri.
Menurut Daud, partisipasi puluhan UMKM alas kaki dari berbagai daerah menjadi salah satu kekuatan utama pameran tahun ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk mendorong pengembangan industri alas kaki nasional agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Selain diikuti perusahaan dari Indonesia, ILF dan IGT Expo 2026 juga menghadirkan peserta dari 13 negara, yaitu China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan. Partisipasi internasional tersebut membuka peluang kerja sama lintas negara, transfer teknologi, serta pengembangan rantai pasok global bagi industri dalam negeri.
Tak hanya menjadi ajang pameran produk, penyelenggara juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya adalah The Fashion Show yang menampilkan inovasi terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Selain itu, terdapat agenda Networking Cocktail Dinner yang menjadi bagian dari program Business Matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan investor, mitra bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan.
Program tersebut turut dihadiri sejumlah asosiasi industri, di antaranya Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (APKI), serta Asosiasi Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia (APGAI).
Penyelenggaraan ILF dan IGT Expo 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing industri manufaktur nasional melalui peningkatan kolaborasi bisnis, perluasan akses pasar, serta percepatan adopsi teknologi di sektor kulit, alas kaki, garmen, dan tekstil.