Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkuat dukungan pembiayaan bagi industri nasional yang tengah menghadapi tekanan akibat persaingan global. Sektor tekstil, alas kaki, baja, hingga furnitur dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar tetap mampu bertahan dan berkembang.

Purbaya mengatakan sejumlah industri yang sebelumnya menjadi sektor unggulan Indonesia kini menghadapi tantangan dalam memperoleh akses pembiayaan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha membutuhkan dukungan lebih besar, terutama melalui skema pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau.

“Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman,” kata Purbaya, dikutip dari siaran persnya, Senin, 14 September 2026.

Menurut Purbaya, LPEI memiliki peran strategis untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan pelaku industri, khususnya perusahaan yang berorientasi ekspor. Karena itu, LPEI diminta lebih aktif berkomunikasi dengan pelaku usaha untuk mengetahui kebutuhan pembiayaan yang dihadapi industri di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Ia secara khusus mendorong LPEI untuk berdialog dengan pelaku industri tekstil, furnitur, dan sektor lainnya yang terdampak tekanan globalisasi. Dari komunikasi tersebut, LPEI diharapkan dapat menawarkan skema pembiayaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif.

“Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain-lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah,” ujarnya.

Purbaya juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian terhadap target pendapatan bunga LPEI apabila tingkat bunga pembiayaan yang diberikan kepada pelaku