Performa sektor industri Indonesia pada paruh pertama 2025 masih menunjukkan arah yang positif, meski tidak sekuat tahun sebelumnya. Tantangan global berupa disrupsi rantai pasokan akibat perang dagang AS–China dan kebijakan tarif dari Presiden Donald Trump ternyata membuka peluang bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk menjadi tujuan relokasi industri.

Pable, startup daur ulang tekstil, bersama Brillington Establishment menghadirkan koleksi Tailored Sustainable Fashion Pieces untuk pasar Jepang dan Inggris melalui acara “Tailored for Tomorrow” di butik Brillington, Jakarta, Jumat (12/9). Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menunjukkan potensi Indonesia bersaing di kancah internasional dengan karya mode berkelanjutan.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertekstilan dinilai mendesak untuk segera disahkan guna menjaga keberlangsungan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional yang tengah menghadapi tekanan berat, baik di pasar domestik maupun global.

Pable, perusahaan daur ulang tekstil lokal berbasis di Surabaya, Jawa Timur, hadir sebagai salah satu pelopor transformasi industri tekstil Indonesia menuju praktik berkelanjutan. Sejak berdiri pada 2020, Pable telah mendaur ulang 270 ton limbah tekstil yang terkumpul melalui berbagai program, seperti “Portable” untuk pembuangan limbah tekstil masyarakat, serta “Uniform Disposal Program” yang menargetkan limbah seragam instansi dan perusahaan.

Jemmy Kartiwa kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) periode 2025–2030 melalui keputusan aklamasi pada Musyawarah Nasional API XVI yang berlangsung di Bandung pada Kamis (11/9).