Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan kinerja ekspor pakaian jadi dari Indonesia tahun ini berpotensi stagnan, bahkan menurun, akibat kebijakan tarif 19% yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk asal Indonesia. Wakil Ketua API, David Leonardi, menyebut kebijakan tersebut memberi tekanan tambahan bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah kondisi global yang penuh tantangan.

Setelah melewati proses perundingan panjang, perjanjian perdagangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akhirnya akan segera diteken. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kesepakatan tersebut akan ditandatangani pada 23 September 2025.

Keandalan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) terbukti menjadi faktor vital bagi industri nasional dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar ekspor. Hal tersebut diakui PT South Pacific Viscose (SPV), perusahaan tekstil dan rayon berskala internasional yang beroperasi di Purwakarta.

Keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting bagi dunia usaha, khususnya industri tekstil yang tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor.

Kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat (AS) yang mulai berlaku sejak sebulan terakhir kini dirasakan langsung oleh eksportir Indonesia. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro mengungkapkan bahwa meskipun dampaknya belum terlalu signifikan karena masih tahap awal, sejumlah sektor sudah mulai terimbas.