Hubungan ekonomi Indonesia dan Bangladesh terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam acara Indonesia-Bangladesh Business Gathering di Dhaka, pelaku bisnis Bangladesh menyatakan ketertarikannya untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama di sektor energi, logistik maritim, pertambangan, kesehatan, tekstil, dan makanan.
Usulan peningkatan tarif Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap produk benang filamen impor seperti POY (Partially Oriented Yarn) dan DTY (Draw Textured Yarn) oleh Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) dari Kementerian Perdagangan memunculkan perdebatan di kalangan pelaku industri. Meski Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai kebijakan ini dapat mengganggu persaingan usaha, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengkhawatirkan gangguan pasokan bahan baku untuk industri hilir, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berpandangan sebaliknya.
Industri tekstil dalam negeri tengah menghadapi tekanan berat yang berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sebanyak tiga juta pekerja di sektor padat karya ini terancam kehilangan mata pencaharian akibat hasil produksi pabrik yang tidak terserap pasar. Penyebab utamanya adalah membanjirnya produk tekstil impor ilegal yang menguasai pasar domestik dengan harga yang jauh lebih murah.
Yuyue Home Textile Co., Ltd., perusahaan asal Binzhou, Provinsi Shandong, China, telah menjelma dari pelopor tekstil rumah tangga menjadi pemain utama dalam industri layanan dan produk kesehatan. Didirikan pada 2004, Yuyue tidak hanya dikenal karena produk tekstil rumah tangganya yang inovatif dan ramah lingkungan, tetapi juga karena pengembangan teknologi kesehatan yang menjadi fokus baru perusahaan.
Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) turun ke jalan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi, 1 Juni 2025. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan para buruh terhadap maraknya praktik impor ilegal yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri.
Page 81 of 129