Asosiasi Produsen Serat dan Barang Filament Indonesia (APSyFI) menilai momentum Lebaran 2026 akan menjadi titik krusial bagi kebangkitan industri tekstil nasional. Pemerintah diminta mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi produsen lokal agar mampu menguasai pasar domestik dan menekan tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih membayangi sektor manufaktur.
- Ekspansi CTM Jadi Bukti Industri Tekstil Nasional Masih Tangguh Hadapi Persaingan Global
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Bangkitnya Industri Tekstil Nasional
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Industri Tekstil Nasional
- Jawa Barat Perlu Diversifikasi Ekonomi untuk Redam Lonjakan PHK Tekstil
- Pemerintah Perketat Larangan Impor Ilegal demi Selamatkan Industri Tekstil dan UMKM
- Gelombang PHK Massal Hantam Industri Tekstil dan Sepatu Nasional
- AGTI Pastikan Industri Tekstil Tetap Tangguh, Tak Ada PHK di Tengah Tantangan Global
Page 83 of 124
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia