Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat mencapai USD120 miliar dalam empat tahun ke depan. Proyeksi ini muncul setelah serangkaian kunjungan delegasi Kadin ke Amerika Serikat, yang menghasilkan pandangan positif terhadap potensi kerja sama ekonomi kedua negara. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa saat ini nilai perdagangan bilateral berada pada kisaran USD39–40 miliar, dan jika dimanfaatkan secara maksimal, nilai tersebut dapat meningkat dua kali lipat dalam 2–3 tahun, dan bahkan mencapai tiga kali lipat dalam empat tahun.

Industri tekstil Indonesia telah mengalami keterpurukan selama tiga tahun terakhir akibat tekanan ekonomi global dan dampak pandemi Covid-19. Namun, di tengah situasi tersebut, Duniatex berhasil menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi luar biasa. Setelah sempat terpaksa merumahkan ribuan karyawan selama pandemi demi mempertahankan operasional perusahaan, kini Duniatex bangkit dan mulai berekspansi besar-besaran dengan merekrut lebih dari 5.000 karyawan baru.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih mampu mencatatkan kinerja yang menggembirakan meskipun berada di tengah tekanan global, termasuk dari membanjirnya produk impor asal Cina dan ketidakpastian pasar ekspor. Pada triwulan pertama 2025, sektor ini berhasil mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,64 persen dan berkontribusi sebesar 0,99 persen terhadap PDB nasional.

Industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal tahun 2025. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, sektor ini tumbuh sebesar 4,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yfdang hanya mencatatkan pertumbuhan 2,64 persen. Kontribusi sektor TPT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 0,99 persen pada periode yang sama.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia masih terus berada dalam kondisi yang penuh tekanan. Biaya produksi yang tinggi, ketergantungan pada bahan baku impor yang semakin mahal, serta ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menghantui keberlangsungan sektor ini di tahun 2025.