Masuknya barang-barang impor ilegal melalui pasar gelap semakin mempersulit kondisi industri dalam negeri yang tengah berjuang menghadapi tekanan global. Tak hanya merugikan pelaku usaha nasional, keberadaan barang murah dari luar negeri ini juga menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya seperti industri tekstil, alas kaki, dan sandang.
- Industri Tekstil Terancam Impor Murah, Pelaku Usaha Desak Regulasi Segera Terbit
- Perjanjian Dagang IEU-CEPA Jadi Angin Segar Bagi Industri Padat Karya Indonesia
- Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Redam Dampak PHK
- BMAD Dinilai Solusi Mendesak Selamatkan Industri Tekstil Nasional
- IEU-CEPA Jadi Terobosan Akses Pasar Bagi Produk Unggulan Indonesia
Page 86 of 136
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat