Krisis pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang melanda industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia menjadi sorotan utama, dengan berbagai faktor yang mempengaruhi situasi ini. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, menguraikan beberapa alasan di balik fenomena ini yang masih menghantui sektor tersebut hingga tahun 2024.

Sektor tekstil Indonesia saat ini menghadapi beragam tantangan yang semakin kompleks, terutama dengan adanya dinamika pemilihan presiden (Pilpres) yang berdampak pada sektor perekonomian. Anton, seorang pengamat industri tekstil, menggambarkan berbagai masalah yang dihadapi sektor ini, mulai dari persaingan global hingga inovasi teknologi.

Industri tekstil di Indonesia sedang menghadapi krisis besar dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui para pekerja. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Nurhayati Effendi, meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dengan menghambat laju barang impor, khususnya dari China.