| No. | Istilah | Definisi |
| 1 | Fabric (Kain) | Struktur lembaran yang terbuat dari jalinan benang melalui proses tenun, rajut, atau pengikatan serat secara mekanis/kimia. |
| 2 | Fabric Construction | Spesifikasi teknis pembuatan kain yang mencakup kerapatan benang lusi dan pakan per inci, serta nomor benang yang digunakan. |
| 3 | Fabric Count | Jumlah benang lusi (warp) dan benang pakan (weft) dalam satu inci persegi kain tenun. |
| 4 | Fabric Defects | Cacat atau ketidaksempurnaan pada kain yang terjadi selama proses penenunan, perajutan, pencelupan, atau penyempurnaan. |
| 5 | Fabric Inspection | Proses pemeriksaan kualitas kain sebelum masuk ke meja potong untuk mengidentifikasi cacat, variasi warna, dan lebar kain. |
| 6 | Fabric Relaxation | Proses mendiamkan kain (terutama kain rajut) setelah digelar agar tegangan kain hilang dan menyusut ke dimensi stabil sebelum dipotong. |
| 7 | Fabric Weight | Berat kain yang biasanya dinyatakan dalam satuan Gram per Meter Persegi (GSM) atau Oz per Yard Persegi. |
| 8 | Facing | Bagian kain yang dijahit di tepi pakaian (seperti leher atau kerung lengan) menghadap ke dalam untuk menyembunyikan pinggiran kain. |
| 9 | Fading (Luntur) | Kehilangan atau perubahan warna asli pada kain akibat paparan sinar matahari, pencucian, gosokan, atau zat kimia. |
| 10 | Fagoting | Teknik jahitan dekoratif yang menghubungkan dua tepi kain dengan menyisakan ruang terbuka di antaranya, diikat dengan benang hias. |
| 11 | Faille | Kain tenun bertekstur rusuk datar yang halus, biasanya terbuat dari sutra, katun, atau serat sintetis. |
| 12 | Fashion Design | Seni menerapkan desain, estetika, dan keindahan alam pada pakaian dan aksesori yang dipengaruhi oleh budaya dan tren sosial. |
| 13 | Fashion Forecasting | Prediksi tren mode masa depan yang mencakup warna, bahan, siluet, dan gaya yang akan populer pada musim mendatang. |
| 14 | Fast Fashion | Model bisnis industri pakaian yang memproduksi pakaian tren mode terkini secara massal, cepat, dan dengan harga relatif murah. |
| 15 | Fastness (Ketahanan Warna) | Kemampuan zat warna pada kain untuk mempertahankan warna aslinya dari berbagai pengaruh luar seperti cuci, keringat, dan sinar matahari. |
| 16 | Feed Dog | Komponen bergigi pada mesin jahit di bawah sepatu penekan yang berfungsi mendorong kain maju secara bertahap saat dijahit. |
| 17 | Felt (Kain Flanel/Kempa) | Kain non-woven yang dibuat dari serat wol atau serat buatan yang saling mengunci melalui proses pemanasan, kelembapan, dan tekanan. |
| 18 | Fiber (Serat) | Unit terkecil atau bahan baku dasar berukuran panjang dan halus yang digunakan untuk membuat benang dan kain. |
| 19 | Fiksasi Warna | Proses penguncian zat warna ke dalam serat kain menggunakan panas, uap, atau zat kimia agar tidak mudah luntur. |
| 20 | Filamen | Serat tekstil yang memiliki panjang kontinu tak terbatas, seperti sutra alam atau serat sintetis hasil ekstrusi. |
| 21 | Filler Thread | Benang tambahan yang dimasukkan ke dalam struktur kain untuk memberikan volume, ketebalan, atau efek timbul tertentu. |
| 22 | Filling (Benang Pakan) | Benang yang berjalan melintang dari tepi ke tepi (horizontal) pada kain tenun, sering disebut juga sebagai weft. |
| 23 | Fine Knitting | Proses merajut menggunakan mesin rajut dengan jarum berukuran kecil dan rapat untuk menghasilkan kain rajut yang sangat halus. |
| 24 | Finishing (Penyempurnaan) | Tahap akhir pengolahan tekstil (mekanis atau kimia) untuk memperbaiki tampilan, pegangan, dan karakteristik fungsional kain. |
| 25 | Fitting (Pas Suai) | Proses mencoba pakaian sampel pada model atau manekin untuk mengevaluasi kesesuaian ukuran, kenyamanan, dan jatuhnya kain. |
| 26 | Flannel | Kain tenun lembut yang biasanya disikat (brushed) pada satu atau kedua sisinya untuk menciptakan efek berbulu halus dan memberikan kehangatan. |
| 27 | Flat Knit | Kain rajut yang diproduksi menggunakan mesin rajut datar, umumnya digunakan untuk membuat kerah kemeja polo atau sweater. |
| 28 | Flatlock | Jenis jahitan obras datar di mana dua tepi kain digabungkan saling tumpang tindih tanpa lipatan bagian dalam, sering untuk pakaian olahraga. |
| 29 | Flax | Serat alami nabati yang diambil dari batang tanaman Linum usitatissimum, yang kemudian diolah menjadi kain linen. |
| 30 | Fleece | Kain rajut tebal yang memiliki struktur berbulu lembut menyerupai wol pada bagian dalamnya, umum untuk jaket atau hoodie. |
| 31 | Flock Printing | Metode cetak saring yang mengaplikasikan lem pada kain lalu menaburkan serat-serat pendek (flock) untuk menghasilkan motif bertekstur beludru. |
| 32 | Fly Front | Penutup kancing atau ritsleting pada pakaian (seperti celana pria) yang dilapisi oleh selembar kain sehingga kancingnya tidak terlihat dari luar. |
| 33 | Fold (Lipatan) | Teknik melipat bagian kain pada proses pemotongan pola, penyimpanan, atau penyetrikaan garmen. |
| 34 | Footwear Textile | Bahan tekstil khusus yang dirancang dengan kekuatan tinggi untuk digunakan sebagai komponen sepatu, seperti kanvas atau mesh. |
| 35 | Formaldehida | Zat kimia yang terkadang digunakan pada proses finishing tekstil (anti-kusut), namun kadarnya dibatasi karena potensi bahaya kesehatan. |
| 36 | Four-Point System | Sistem standar internasional yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas kain dengan memberikan poin penalti (1 hingga 4) berdasarkan ukuran cacat. |
| 37 | Fraying (Tiras) | Kondisi di mana benang-benang di tepi kain terlepas atau terurai sendiri karena tepi kain tidak dijahit atau diulas. |
| 38 | Free-on-Board (FOB) | Skema transaksi garmen di mana produsen bertanggung jawab atas biaya produksi hingga barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan keberangkatan. |
| 39 | French Seam (Kampuh Perancis) | Teknik jahitan kampuh ganda yang menyembunyikan pinggiran kain mentah di dalam jahitan kedua, sangat cocok untuk kain tipis. |
| 40 | Friction (Gesekan) | Interaksi fisik antara permukaan kain dengan benda lain yang dapat memicu terjadinya pilling (bola-bola serat) atau erosi warna. |
| 41 | Frill (Renda/Kerutan) | Lajur kain yang dikerut atau dilipit pada satu sisinya dan dijahitkan pada pakaian sebagai hiasan pinggir. |
| 42 | Fringe (Rumbai) | Hiasan tepi garmen berupa barisan benang yang dibiarkan lepas menggantung, sering ditemukan pada syal, jilbab, atau pakaian etnik. |
| 43 | Frog Closure | Kancing hias anyaman tradisional bersimpul (gaya oriental) yang digunakan sebagai pengait pakaian, populer pada busana Cheongsam. |
| 44 | Full-Fashioned | Metode merajut komponen pakaian langsung sesuai bentuk tubuh (seperti bagian lengan atau badan) untuk mengurangi sisa potongan kain. |
| 45 | Functional Textile | Tekstil pintar atau teknis yang dirancang khusus untuk memiliki fungsi tambahan, seperti anti-UV, anti-bakteri, atau tahan api. |
| 46 | Fungisida Tekstil | Zat kimia pembantu yang diaplikasikan pada kain selama penyimpanan atau pengiriman untuk mencegah pertumbuhan jamur. |
| 47 | Fuse (Meleleh) | Kondisi rusaknya serat sintetis (seperti poliester atau nilon) akibat terkena suhu setrika atau mesin pres yang terlalu panas. |
| 48 | Fusible Interlining | Bahan pelapis pakaian (kain keras) yang memiliki lapisan lem sensitif panas di satu sisinya, menempel pada kain utama saat disetrika. |
| 49 | Fusing Machine | Mesin pres khusus yang menggunakan kombinasi panas dan tekanan untuk merekatkan fusible interlining pada kain garmen. |
| 50 | Fuzzing | Munculnya bulu-bulu halus pada permukaan kain akibat serat-serat pendek yang keluar dari struktur benang karena gesekan. |