Matius D Fakhiri melakukan kunjungan kerja ke pabrik tekstil PT Gajah Angkasa Perkasa di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama rombongan meninjau langsung proses produksi, mulai dari pengolahan kain hingga menjadi pakaian siap pakai.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua untuk membangun kerja sama di sektor garmen sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu rencana konkret yang dibahas adalah pembuatan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Papua di PT Gajah Angkasa Perkasa. Selain memastikan keseragaman warna dan kualitas bahan, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan efisiensi biaya melalui pembelian langsung dari pabrik.
Menurut Fakhiri, mekanisme distribusi seragam nantinya akan melibatkan koperasi yang berada di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua. Para ASN diwajibkan membeli seragam melalui koperasi tersebut. Skema ini dirancang agar perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD. Dengan pembelian dalam jumlah besar langsung dari produsen, harga dapat ditekan lebih rendah, lalu dijual kembali melalui koperasi dengan harga yang tetap terjangkau bagi ASN.
Tak hanya fokus pada pengadaan seragam, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang garmen dan batik. Pemerintah Provinsi Papua berencana mengirim para pelukis dan perajin batik Papua ke Bandung untuk mendapatkan pelatihan teknik membatik dan produksi tekstil. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas batik Papua agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Direktur Utama PT Gajah Angkasa Perkasa, Deddy Zein, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Papua dan menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung kebutuhan seragam ASN maupun memberikan pelatihan di bidang garmen dan batik bagi perajin dari Papua.
Sinergi antara pemerintah daerah dan industri tekstil nasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola pengadaan seragam ASN, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas industri kreatif Papua sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi daerah.