Kinerja ekspor industri tekstil dan garmen Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Dari Yogyakarta, PT Busana Agracipta Remaja 1 berhasil mengirimkan sebanyak 3.702 boks pakaian dalam ke pasar Jepang dan Jerman pada 12 Maret 2026. Pengiriman dilakukan menggunakan dua kontainer berukuran 40 feet dengan nilai devisa mencapai USD363.143,4 atau sekitar Rp6 miliar.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk garmen dalam negeri semakin kompetitif di pasar internasional. Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kemampuan industri tekstil Indonesia dalam memenuhi standar global. Produk lokal dinilai mampu menjawab kebutuhan pasar luar negeri, baik dari segi kualitas maupun konsistensi produksi.
Selain itu, peran Bea Cukai dinilai penting dalam mendukung kelancaran ekspor. Pelayanan yang cepat serta pengawasan yang sesuai ketentuan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pelaku usaha. Dukungan ini tidak hanya memperlancar proses pengiriman, tetapi juga memberikan kepastian bagi eksportir dalam menjalankan aktivitas perdagangan internasional.
Lebih lanjut, Bea Cukai juga berperan sebagai fasilitator dalam mendorong pertumbuhan industri berorientasi ekspor. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi devisa negara sekaligus memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar global.
Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi. Dengan daya saing yang semakin kuat, produk tekstil dan garmen Indonesia berpeluang besar untuk tidak hanya bersaing, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar dunia.