PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan kain, seragam, dan fashion, berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp12,57 miliar, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penjualan mencapai Rp584,75 miliar.

Kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri tekstil. Untuk mempertahankan momentum ini, BELL terus mengoptimalkan seluruh lini usahanya, mulai dari sektor manufaktur, produksi seragam, distribusi, hingga ritel.

Direktur BELL, Lukas Ginting, menyampaikan bahwa perusahaan tetap optimistis mampu menjaga pertumbuhan pendapatan pada kisaran high single digit sesuai target yang telah ditetapkan tahun ini. Optimisme tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis yang dijalankan secara konsisten.

Sejumlah strategi yang diterapkan antara lain efisiensi dan optimalisasi proses produksi, restrukturisasi serta modernisasi mesin guna menjaga kualitas, serta pengembangan produk yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, BELL juga memanfaatkan kapabilitas Trisula Innovation Center untuk memperkuat kolaborasi internal dan mendorong sinergi bisnis di dalam grup.

Dari sisi daya saing, kualitas produk menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan. Hal ini tercermin dari kepercayaan berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga sektor perbankan yang menggunakan produk BELL, baik dalam pengadaan kain maupun seragam.

Tidak hanya itu, fleksibilitas dalam memenuhi pesanan pelanggan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Kemampuan untuk menyediakan produk yang dapat disesuaikan (customized order) membuat BELL lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar yang beragam, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Di sektor ritel, BELL turut memperluas jangkauan pasar melalui pengembangan merek JOBB dan Jack Nicklaus di berbagai lokasi strategis. Hingga Desember 2025, jumlah gerai JOBB telah mencapai 135 toko, sementara Jack Nicklaus sebanyak 76 gerai.

Dengan kombinasi strategi inovasi, kualitas produk, serta ekspansi pasar yang terarah, BELL semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri tekstil nasional.