Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pasokan bahan baku untuk industri tekstil nasional tetap aman dan terjaga meskipun terjadi insiden pecahnya pipa pada fasilitas produksi Purified Terephthalic Acid (PTA) milik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Cilegon, Banten.
Pemerintah melalui Kemenperin terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proses penanganan insiden tersebut guna memastikan keselamatan industri serta keberlangsungan rantai pasok bahan baku tekstil dalam negeri. Kemenperin menegaskan bahwa kejadian tersebut telah ditangani sesuai prosedur tanggap darurat yang berlaku dan tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan PTA nasional.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, serta sesuai standar keselamatan industri. Selain itu, Kemenperin juga telah menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian guna melakukan pemantauan langsung dan koordinasi dengan berbagai pihak sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.
Berdasarkan laporan perusahaan, insiden terjadi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di area Pabrik 1 PT MCCI, tepatnya pada pipa outlet reaktor PTA menuju fasilitas crystalizer. Saat kejadian, kondisi operasional tercatat normal dengan temperatur sekitar 290 derajat Celsius dan tekanan 85 bar. Namun, pipa mengalami kerusakan secara tiba-tiba yang menyebabkan perusahaan segera menghentikan operasi melalui sistem emergency shutdown.
Tim tanggap darurat perusahaan langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan melakukan penanganan. Insiden tersebut mengakibatkan munculnya uap air dalam jumlah besar serta ceceran material PTA di sekitar area kejadian. Dua pekerja yang sedang melakukan patroli di area pabrik dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dengan kondisi stabil.
Hasil pemantauan awal kualitas udara yang dilakukan perusahaan menunjukkan tidak adanya kandungan gas berbahaya di sekitar lokasi kejadian. Kadar oksigen juga berada pada tingkat normal, yakni 21 persen. Meski demikian, perusahaan bersama instansi terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut, termasuk menelusuri sumber bau yang sempat dilaporkan oleh masyarakat sekitar.
Kemenperin menegaskan bahwa kebutuhan PTA untuk industri tekstil nasional tetap dapat dipenuhi. PT MCCI memiliki dua fasilitas produksi PTA dengan kapasitas masing-masing 350 ribu ton per tahun atau total kapasitas mencapai 700 ribu ton per tahun. Pada saat insiden berlangsung, hanya Pabrik 1 yang beroperasi karena kondisi pasar PTA yang masih mengalami perlambatan.
Untuk menjaga kelangsungan pasokan, perusahaan telah menyiapkan langkah antisipatif dengan mengoperasikan Pabrik 2. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan bahan baku bagi industri tekstil domestik tetap terpenuhi sehingga aktivitas produksi sektor tekstil nasional dapat berjalan tanpa gangguan. Pemerintah pun akan terus memantau perkembangan penanganan insiden dan memastikan seluruh aspek keselamatan serta keberlanjutan industri tetap terjaga.