PT Pan Brothers Tbk (PBRX) terus memperkuat fondasi bisnisnya dengan mengedepankan strategi efisiensi dan transformasi digital guna meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri garmen global. Langkah tersebut menjadi fokus utama perseroan setelah menghadapi tekanan kinerja pada periode 2024–2025.
Direktur Keuangan PT Pan Brothers Tbk, Fitri R. Hartono, mengatakan perusahaan kini lebih selektif dalam mengelola sumber daya dan pengeluaran, terutama setelah menjalani proses restrukturisasi yang berdampak pada penyesuaian modal kerja. Oleh karena itu, perusahaan memilih untuk memaksimalkan kapasitas yang telah dimiliki dibandingkan melakukan investasi besar melalui pembangunan pabrik baru.
Menurut Fitri, strategi pertumbuhan Pan Brothers saat ini diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui digitalisasi dan modernisasi proses produksi. Perusahaan mengoptimalkan penggunaan mesin-mesin otomatis serta perangkat lunak baru untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menghasilkan output yang lebih kompetitif.
Dengan pendekatan bisnis yang lebih konservatif namun tetap terukur, Pan Brothers menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain peningkatan pendapatan, perseroan juga berupaya memperbaiki profitabilitas dengan menitikberatkan pada penguatan kinerja operasional.
Perseroan meyakini penerapan otomasi dan digitalisasi akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas dan kecepatan proses manufaktur. Strategi ini dinilai lebih relevan dengan kondisi industri saat ini yang menuntut perusahaan untuk tetap kompetitif tanpa harus melakukan ekspansi fisik yang membutuhkan investasi besar.
Di sisi pasar, Pan Brothers juga terus membuka peluang kerja sama dengan pembeli baru guna memperluas basis pelanggan. Selama ini, perusahaan mengandalkan pasar ekspor sebagai sumber utama pendapatan, dengan Amerika Serikat, Eropa, dan Asia menjadi tujuan utama pengiriman produk.
Meski demikian, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menerima pesanan baru. Perseroan mempertimbangkan kesiapan modal kerja dan kapasitas produksi agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan berkelanjutan. Nilai kontrak yang tengah dijajaki dengan calon pembeli baru berada pada kisaran US$2 juta hingga US$3 juta.
Melalui kombinasi strategi efisiensi, digitalisasi, dan penguatan pasar ekspor, Pan Brothers berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri tekstil dan garmen global yang semakin dinamis.