Pemerintah menilai industri tekstil Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat bagi investor global meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik. Optimisme tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan bahwa sektor tekstil nasional tetap stabil dan menunjukkan prospek yang menjanjikan di mata pelaku industri internasional.
Menurut Airlangga, minat investasi di sektor tekstil masih terus mengalir. Hal ini terlihat dari kedatangan sejumlah investor yang secara langsung menyampaikan rencana mereka untuk memperluas investasi di Indonesia. Salah satu yang terbaru adalah kunjungan asosiasi industri tekstil dari Taiwan yang menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di Tanah Air.
Ia menjelaskan bahwa beberapa perusahaan tekstil asal Taiwan bahkan telah lebih dahulu beroperasi di Indonesia dan kini berencana memperluas bisnisnya. Hal tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap potensi industri tekstil nasional yang dinilai masih kompetitif di kawasan.
Pertemuan antara pemerintah dengan perwakilan industri tersebut juga melibatkan Taiwan Textile Federation serta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari lokasi pengembangan industri, kepatuhan terhadap standar lingkungan dan tata kelola perusahaan (ESG), penggunaan energi hijau, hingga prospek industri tekstil Indonesia di pasar global.
Salah satu perwakilan industri dari Taiwan, Johnny Chen dari perusahaan Formosa, turut memaparkan pandangannya mengenai prospek industri tekstil yang dinilai masih sangat menjanjikan. Ia juga menyampaikan minat perusahaan untuk terus mengembangkan investasi di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah menyatakan terbuka terhadap masuknya investasi baru, termasuk di sektor tekstil. Airlangga juga mendorong API untuk berperan aktif bersama pemerintah dalam meningkatkan investasi industri tekstil sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pemerintah berharap produsen tekstil lokal dapat dilibatkan dalam rantai pasok perusahaan-perusahaan tekstil asal Taiwan yang beroperasi di Indonesia. Dengan demikian, kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan investasi tetapi juga memperkuat ekosistem industri tekstil nasional secara keseluruhan.
Selain itu, Airlangga menilai perusahaan Taiwan yang telah beroperasi di Indonesia cenderung melakukan ekspansi bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dianggap sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri tekstil, terutama bagi produk berbasis polyester dan rayon yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Keunggulan lain yang dimiliki Indonesia adalah ketersediaan sumber energi yang semakin mendukung penerapan prinsip keberlanjutan. Menurut Airlangga, industri tekstil kelas menengah hingga premium kini semakin menuntut penerapan standar ESG, termasuk penggunaan energi hijau dalam proses produksi.
Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui berbagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti gas, tenaga air (hydro), hingga pembangkit listrik tenaga surya terapung. Beberapa sumber energi tersebut bahkan telah tersedia di sejumlah kawasan industri di Jawa Barat yang menjadi pusat produksi tekstil nasional.
Dengan kombinasi daya saing industri, ketersediaan energi hijau, serta dukungan pemerintah terhadap investasi, Airlangga meyakini industri tekstil Indonesia masih akan terus berkembang dan tetap menjadi tujuan menarik bagi investor global.