Kekhawatiran terhadap maraknya impor tekstil ilegal dan praktik dumping terus disuarakan pelaku industri tekstil nasional. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai situasi ini mengancam pasar dalam negeri dan mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dengan memberlakukan kembali kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib serta pelabelan berbahasa Indonesia di perbatasan.
Belum lekang dari ingatan publik soal serangkaian gagal bayar yang menimpa beberapa perusahaan tekstil besar di Indonesia, seperti Pan Brothers hingga Sritex. Situasi ini menggambarkan tekanan berat yang tengah dihadapi oleh industri tekstil nasional. Namun di tengah tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya dukungan terhadap sektor ini, yang dikenal sebagai sektor padat karya dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengusulkan langkah strategis dalam menghadapi tekanan kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat dengan menawarkan peningkatan impor kapas dari negara tersebut hingga 50%. Saat ini, porsi kapas dari AS hanya mencakup sekitar 17% dari total impor kapas Indonesia. Usulan ini dimaksudkan untuk membuka ruang negosiasi keringanan tarif ekspor pakaian jadi Indonesia ke pasar AS.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah menghadapi tekanan besar menyusul keputusan Amerika Serikat untuk menerapkan tarif bea masuk sebesar 32% terhadap berbagai produk asal Indonesia, termasuk pakaian jadi, mulai 9 April 2025. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan dalam waktu singkat memicu respons negatif dari para pembeli global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa masih terbuka peluang bagi industri tekstil dan alas kaki Indonesia di pasar Amerika Serikat, meski negeri Paman Sam menerapkan kebijakan tarif impor tinggi. Hal ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku usaha atas kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
- Impor Kapas dari AS Diusulkan Naik Jadi 50 Persen, Industri Tekstil Indonesia Siap Menyambut
- Industri Tekstil Nasional Terancam Serbuan Produk Impor Imbas Kebijakan Tarif AS
- Konferensi Tekstil Dunia Siap Digelar di Jogja, Dorong Kebangkitan Industri Lokal
- Perkuat Diplomasi Perdagangan, Indonesia Cari Jalan Keluar dari Dampak Tarif AS
- Investor Asing Mulai Tinggalkan Indonesia, Industri Tekstil Terancam Pindah ke Asia Selatan
Page 95 of 127
- You are here:
- Home
Berita Populer
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional