Kekhawatiran terhadap maraknya impor tekstil ilegal dan praktik dumping terus disuarakan pelaku industri tekstil nasional. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai situasi ini mengancam pasar dalam negeri dan mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dengan memberlakukan kembali kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib serta pelabelan berbahasa Indonesia di perbatasan.
- Kredit Tetap Mengalir ke Industri Tekstil Meski Awan Suram Menggelayuti
- Strategi Baru Industri Tekstil: Tambah Impor Kapas AS Demi Redam Dampak Tarif
- Tekanan Tarif AS Ganggu Industri Tekstil, Pengusaha Minta Dukungan Presiden
- Indonesia Andalkan Negosiasi ASEAN dan TIFA Hadapi Tarif Tinggi AS
- Impor Kapas dari AS Diusulkan Naik Jadi 50 Persen, Industri Tekstil Indonesia Siap Menyambut
Page 104 of 136
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat