Inditex, pemilik merek mode global seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear, kembali mencatatkan rekor laba tahunan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Perusahaan asal Spanyol ini melaporkan laba bersih sebesar 5,87 miliar euro (sekitar Rp 105 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir 31 Januari 2025, meningkat dari 5,38 miliar euro pada tahun sebelumnya.

Emiten tekstil PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) memberikan tanggapan terkait gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Asuransi Kredit Indonesia. RICY disebut masih memiliki utang sebesar US$ 9.120.694,32 atau sekitar Rp 149 miliar (kurs Rp16.340).

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menegaskan bahwa penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) harus dilakukan secara menyeluruh. Tantangan yang dihadapi industri padat karya ini bukan hanya sebatas membanjirnya produk impor ilegal di pasar domestik.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin terpuruk akibat derasnya arus impor. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik terus berlanjut, dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menjadi salah satu korban terbaru. Perusahaan ini resmi menghentikan operasionalnya, menambah daftar lebih dari 60 pabrik yang sudah gulung tikar.

Industri tekstil dan garmen nasional tengah menghadapi tantangan besar yang berpotensi mengancam kelangsungan sektor ini. Dalam beberapa waktu terakhir, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan penutupan pabrik-pabrik besar menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan. Jika tren ini terus berlanjut tanpa intervensi serius, bukan hanya industri strategis yang terancam hilang, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang besar akan dirasakan oleh masyarakat.