Produk unggulan Indonesia seperti tekstil, furnitur, dan crude palm oil (CPO) diproyeksikan tetap menjadi andalan ekspor ke pasar Eropa setelah implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan perdagangan bebas yang menghapus hingga 98% tarif ini diyakini akan membuka peluang besar bagi produk nasional agar semakin kompetitif di pasar global.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) tidak bisa dikaitkan dengan satu kementerian atau pihak tertentu saja. Ketua Bidang Perdagangan Apindo sekaligus Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional Unsur Pengusaha, Anne Patricia Sutanto, menyampaikan bahwa permasalahan di industri TPT bersifat kompleks dan harus dilihat secara menyeluruh.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan industri kecil dan menengah (IKM) dengan memfasilitasi sertifikasi halal melalui kerja sama Pusat Industri Halal dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Halal Indo 2025 yang bertujuan memperkuat ekosistem industri halal nasional, mendukung kewajiban sertifikasi halal, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Sejumlah perjanjian dagang internasional yang diteken pemerintah Indonesia diprediksi bakal memberikan peluang baru bagi kinerja emiten tekstil. Meski demikian, sektor ini masih dibayangi tantangan besar yang dapat menghambat keberlanjutan usaha.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mendapat perhatian serius dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Ketua Bidang Perdagangan Apindo sekaligus Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional Unsur Pengusaha, Anne Patricia Sutanto, menegaskan bahwa permasalahan di sektor ini terlalu kompleks untuk diarahkan kepada satu kementerian saja. Ia menilai tudingan yang menyalahkan Kementerian Perindustrian sebagai penyebab PHK tidak tepat, sebab solusi membutuhkan pendekatan menyeluruh berbasis data, dialog intensif, dan strategi bersama.
Page 35 of 124