Penundaan program restrukturisasi mesin akibat efisiensi anggaran Kementerian Perindustrian berisiko menekan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Program peremajaan mesin yang telah rutin berjalan sejak 2021 sebelumnya mendapat alokasi dana sebesar Rp52 miliar tahun lalu untuk 59 perusahaan penerima manfaat.
Pesta Muslim Jakarta 2025, bagian dari National Halal Fair, menjadi momentum penting dalam penguatan industri fashion muslim Indonesia. Dalam ajang ini, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan bahwa penguatan ekosistem industri tekstil harus menjadi prioritas pemerintah agar industri fashion muslim nasional semakin berkembang dan kompetitif di pasar global.
Industri fashion tengah berada dalam dilema besar. Tren gaya hidup "slow fashion" yang sejalan dengan konsep You Only Need One (YONO) mulai menggeser pola konsumsi masyarakat terhadap pakaian. Fenomena ini berpotensi menurunkan permintaan produk sandang nasional, sementara gempuran produk impor dengan skala masif semakin memperlemah daya saing industri tekstil dalam negeri. Jika kondisi ini terus berlanjut, industri padat karya ini bisa mengalami penurunan signifikan, bahkan menghadapi ancaman kebangkrutan.
Indonesia menjalin kerja sama dengan Jerman dalam pengembangan riset industri tekstil berkelanjutan melalui proyek BMBF EnaTex. Kolaborasi ini melibatkan berbagai sektor, termasuk industri dan perguruan tinggi, guna meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi dampak lingkungan.
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) kembali mendesak pemerintah untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib bagi seluruh produk tekstil. Langkah ini dinilai penting guna melindungi industri dalam negeri dan menjadi strategi non-tarif untuk mengatasi defisit neraca perdagangan yang masih terjadi.
Page 113 of 127